|
Friday, 25 July 2008 |
|
Tabloid SUARA ISLAM EDISI 44, Tanggal 16 - 29 Mei 2008 M/10 - 23 Jumadil Awal 1429 H
Bertubi-tubi. Martil dihentakan ke kepala rakyat. Setiap kali rakyat menerima keputusan peme-rintah tentang kenaikkan harga, seakan pemerintah memartil kepala rakyat. Pemerintah tak ada lagi belas kasihan terhadap rakyat. Beban hidup rakyat yang berlipat-lipat masih dianggap kurang oleh pemerintah. Maka, rakyat perlu ditimpa lagi dengan pukulan yang lebih dahsyat, sampai rakyat tak dapat lagi bergerak. Kelihatannya rakyat masih hidup, tapi mereka sudah mati, karena harapan mereka tak tersisa. Kini, pemerintah 'memartil' lagi kepala rakyat dengan hentakan yang lebih mematikan, yaitu dengan menaik-kan lagi bahan bakar minyak (BBM).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tuesday, 15 July 2008 |
|
Tabloid SUARA ISLAM EDISI 43, Tanggal 2 - 15 Mei 2008 M/25 Rabiul Akhir - 9 Jumadil Awal 1429 H Masjid al-Furqon di Parakan Salak, Sukabumi, Jawa Barat, milik Ahmadiyah, dibakar umat Islam. Aparat keamanan dan ulama setempat gagal menghentikan tindakan mereka. Tindakan umat Islam membakar masjid Ahmadiyah yang terbesar kedua setelah di Parung, Bogor itu, karena Jemaat Ahmadiyah, tidak menggubris peringatan umat Islam setempat, agar mereka menghentikan kegiatannya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Saturday, 05 July 2008 |
|
Tabloid Suara Islam EDISI 42, Tanggal 18 April - 1 Mei 2008 M/11 - 24 Rabiul Akhir 1429 H Masih adakah di negeri ini pemimpin yang memegang amanah? Masih adakah di negeri ini pemimpin yang melaksanakan amanah dengan jujur? Masih adakah di negeri ini pemimpin yang tidak berkhianat? Di mana adanya para pemimpin yang tidak menyeleweng dan berkhianat? Atau negeri ini hanyalah di huni para pemimpin yang munafik dan para pengkhianat? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wednesday, 02 July 2008 |
|
Dalam sejarah Islam pernah pasukan Tartar meluluhkan Bagdad. Darah membasahi kaki. Pembantaian terhadap kaum muslimin berlangsung dengan keji. Kekejaman yang sempurna. Di mana-mana hanyalah onggokan mayat. Seakan Bagdad yang dikenal sebagai negeri '1001' malam telah sirna. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 13 - 16 dari 16 |