Depan arrow Kristologi arrow Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian II-Tamat)
Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian II-Tamat) PDF Cetak E-mail
Thursday, 03 July 2008

Image Diasuh Oleh H Insan LS Mokoginta

Kisah cinta dua sejoli beda agama di Menado (Nur Aini dan Obet) membuat kami yang sebenarnya hanya numpang lewat di Manado, harus menyisihkan waktu cukup panjang untuk berdiskusi dengan mereka berdua. Pasalnya Nur Aini sudah berada di ujung tanduk tinggal selangkah lagi dimurtadkan, sementara Obet kekasihnya begitu kuat mempertahankan iman Kristianinya.

Di depan kami Obet menjelaskan kelebihan agamanya daripada agama-agama lain yang pernah dimasukinya, terutama keistimewahan Hari Sabat sebagai hari yang ditentukan oleh Tuhan sebagai hari ibadah. Obet sangat yakin Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, dan pada hari ke tujuh Tuhan beristirahat.

Itulah mengapa mereka menguduskan hari Sabat, beristirahat tidak bekerja, sebab Tuhan juga beristirahat pada hari ketujuh tersebut. Lalu kami ajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut : “Bagaimana menentukan perhitungan “satu hari” menurut anda?” Jawab Obet: “Sehari adalah 24 jam”.

Selanjutnya: “Dasar menentukan sehari 24 jam apakah dihitung sejak terbit matahari sampai terbitnya kembali?” Jawab Obet: “Sehari 24 jam yaitu dihitung dari Sabat sampai ketemu Sabat atau sejak terbenam sampai terbenamnya matahari.” Lalu kami bacakan Alkitab Kejadian 1:1-13 (1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (2) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (3) Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

(4) Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. (5) Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (6) Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." (7) Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. (8) Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

(9) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. (10) Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (11) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.

(12) Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasil-kan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (13) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Pertanyaan untuk Obet :

1. Tolong jelaskan kenapa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

2.  Darimana penulis Alkitab tahu petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari bulan bintang belum diciptakan?

3. Bukankah untuk menentukan petang harus ada matahari yang hampir terbenam? Dan untuk menentukan pagi, harus ada matahari yang baru terbit?

4.  Bukankah untuk menentukan satu hari, harus ada perputaran bumi menge-lilingi matahari?

Obet bingung tidak menyangka kami mempertanyakan seperti itu. Roh Allah tidak mungkin bisa dilihat. Darimana penulis mengetahui bahwa Roh Allah melayang-layang seperti burung di atas permukaan air? Jawab Obet, “biarlah itu jadi PR bagiku.” Mengenai jadilah petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, Obet coba menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut tidak salah, tidak mungkin Tuhan keliru. Obet serius jelaskan bahwa penulis Alkitab benar, sebab mereka menulis dibimbing Roh Kudus.

Karena penjelasannya muter sana sini, kami kembalikan lagi “Apa tolak ukur penulis Alkitab menentukan petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat?” (14) Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan  tahun-tahun, (15) dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. (16) Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. (17) Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, (18) dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (19) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. (Kej 1:14-19)

Jadinya petang, pagi, dan hari keempat ini bisa diterima akal, sebab matahari sudah diciptakan. Tetapi darimana penulis Alkitab tentukan petang, pagi hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat? Obet nyerah, “Biarlah pertanyaan ini juga menjadi PR bagiku”

Umat Kristiani meyakini Allah menciptakan alam semesta dalam waktu enam hari dimulai hari Minggu, selesai hari Jumat, lalu Tuhan beristirahat pada hari Sabtu. Padahal tidaklah demikian. Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam masa, maksudnya dalam waktu yang sangat panjang, sebab sehari menurut Allah, sama dengan 1000 tahun menurut manusia (Qs 32:5). Dan Allah tidak perlu istirahat karena Dia bukan manusia beristirahat karena kelelahan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tidaklah menyentuh Kami kelelahan” (Qs 50 Qaaf 38)

Mengenai Sabat jatuh pada hari Sabtu, kami jelaskan kalau Obet yakin semua yang tertulis di Alkitab benar, seharusnya Obet harus masuk Islam dan beribadah pada hari Jumat. “Ah Bapak bisa aja, dasarnya apa?” jawab Obet. Kami bacakan Yosua 10:12-13 Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" (13) Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Kalau ayat tersebut benar bahwa matahari diam tidak terbenam selama sehari, berarti pernah terjadi ada satu hari yang perhitungannya dimajukan. Artinya Sabat hari Sabtu, dimajukan hari Jumat, sebab pernah terjadi sehari lamanya 48 jam. Kelihatan Obet semakin bingung. Akhirnya kami berikan beberapa buku tulisan kami biar dia baca dan pelajari. Obet berjanji akan mendalami Islam lagi. Kita doakan semoga Obet diberikan hidayah oleh Allah SWT mengikuti agama Nur Aini yaitu Islam. [www.suara-islam.com]

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Warning: fopen(/home/suaris/public_html/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/suaris/public_html/components/com_sef/shCache.php on line 108