 reuters Partai Keadilan Rakyat pimpinan Anwar Ibrahim, Selasa (26/8), memenangi pemilu sela di Permatang Pauh, Penang, dengan jumlah perolehan mayoritas 31.195 suara. Sementara kandidat koalisi Barisan Nasional, Arif Shah Omar Shah, memperoleh 15.524 suara. Meski proses penghitungan belum selesai, Barisan Nasional telah mengaku kalah. Dengan demikian, Anwar berhasil meraih kursi di parlemen.
Kemenangan gemilang Anwar itu menimbulkan tekanan lebih besar pada Perdana Menteri Abdullah Badawi, yang sudah kewalahan mempertahankan jabatannya sejak pemilu bulan Maret dimana oposisi memperoleh dukungan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya Selama kampanye, Anwar telah menawarkan rencana memberantas korupsi, meningkatkan ekonomi, serta membuka peluang kerja dan kuliah yang lebih luas untuk etnis lain selain etnis Melayu. Anwar memenangkan kursi yang dikosongkan isterinya, Wan Azizah Ismail, dengan perbedaan suara lebih dari 15-ribu, jauh lebih besar dari yang diperoleh isterinya itu dalam pemilu 5 bulan lalu. Dengan demikian, Anwar kini kembali masuk dunia politik setelah 10 tahun yang lalu dipecat dari kedudukannya sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia, dan kemudian dipenjarakan atas tuduhan korupsi dan sodomi. Ia menang kendati gencarnya kampanye untuk mengalahkannya dari kubu koalisi Barisan Nasional, yang menurut Anwar akan didongkelnya dalam tempo satu bulan dengan bantuan anggota-anggota parlemen yang membelot ke pihak oposisi. Anggota senior UMNO Tengku Razaleigh Hamzah mengatakan, Perdana Menteri Abdullah Badawi tidak memiliki kredibilitas minimal yang diperlukan untuk menjalankan roda pemerintahan negara dari hari ke hari, apalagi membawanya ke arah yang baru. Sementara itu, Anwar menuntut agar ia segera dilantik menjadi anggota parlemen nasional. Anwar ingin dilantik sebelum diumumkannya RAPBN pada hari Jumat, tapi media setempat melaporkan, ketua parlemen boleh jadi akan berusaha menundanya sampai Oktober. Kata Anwar, anggota-anggota parlemen dari partai pemerintah akan membelot ke pihaknya, yang bisa menggulingkan pemerintah yang sudah 50 tahun berkuasa di Malaysia. [syarif/ra/ikw/www.suara-islam.com] |