Depan arrow Tabloid arrow Drama Cengeng dari Kampung Pulo
Drama Cengeng dari Kampung Pulo PDF Cetak E-mail
Tuesday, 19 August 2008

Tabloid SUARA ISLAM EDISI 50, Tanggal 15 Agustus - 4 September 2008 M/13 Sya’ban - 4 Ramadhan 1429 H

Pada 25-26 Juli lalu, mahasiswa  Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) Kampung Pulo, Pinangranti, Jakarta Timur, bentrok dengan warga masyarakat sekitar kampus. Setelah dievakuasi dari kampusnya dengan aman oleh masyarakat dan polisi pada 27 Juli, sekitar 1300 mahasiswa SETIA sengaja melakukan ''diaspora'' ke sejumlah tempat. Diantaranya mendirikan tenda di halaman Gedung Parlemen.

Mereka seolah-olah bagaikan Bangsa Yahudi yang berpencar ke berbagai negeri lantaran dikejar-kejar Nazi, atau seperti muslim Palestina yang dibuang Israel ke padang tandus gersang di West Bank atau Gaza Strip. Seolah-olah kaum Nasrani di Indonesia sedemikian tertindas dan melarat, sehingga tidak punya tempat untuk menampung dan merelokasi para mahasiswa tersebut.

Padahal, di saat yang sama, kalangan Gereja Bethany sedang membangun Menara Doa Jakarta di kawasan Kemayoran dengan anggaran Rp 2,7 trilyun. Duit semua itu, bukan daun.

Humas SETIA merasa HAM mereka, termasuk hak untuk beribadah, dilanggar. Masjid pun dituding sebagai media provokasi warga.

Menanggapi pelintiran isyu tersebut, tokoh dan ratusan warga Kampung Pulo menggelar jumpa pers pada Kamis (31/7).

Risman Risman Hadi, tokoh perwakilan warga, menyampaikan fakta kronologi peristiwa dan sikap warga terhadap eksistensi kampus SETIA.

Pertama, bentrokan yang terjadi bukan terkait dengan masalah SARA. Yang terjadi adalah provokasi dan penyerangan yang diawali mahasiswa SETIA.

Kedua, warga Kampung Pulo dan sekitarnya tetap menolak keberadaan kampus SETIA beserta sarana yang dimilikinya sejak 1991 karena telah menimbulkan keresahan. Misalnya, Mei 2008 terjadi perang mahasiswa suku Flores dan Nias. Juga usaha pencurian seperti pada kasus terakhir, dan sering ditemukannya kondom serta celana dalam di sepanjang jalan sepi di samping Kampung Pulo tempat mahasiswa SETIA kongkow.

Ketiga, warga meminta pada pihak yayasan SETIA untuk tidak memaksakan kehendak yang dapat menimbulkan permusuhan dan korban. Hal ini agar tidak terjadi lagi insiden bentrokan yang melibatkan warga. [ah/www.suara-islam.com]

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

TERKAIT


Warning: fopen(/home/suaris/public_html/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/suaris/public_html/components/com_sef/shCache.php on line 108