|
Setelah bekerja di Bappenas, pada l992 Adiwarman Azwar Karim mewujudkan cita-citanya sejak mahasiswa untuk bekerja di bank syariah. Dia mengawali karir di Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai staf Litbang. Enam tahun kemudian, ia memimpin BMI cabang Jawa Barat. Berikutnya, ditarik kembali ke Pusat sebagai Wakil Presiden Direktur.
“Itu sudah mentok untuk jabatan karir. Sebab, jabatan Presiden Direktur lebih bersifat politis," ungkapnya. Tapi bukan karena itu kalau kemudian ia memutuskan keluar dari BMI pada tahun 2000. Ada misi lebih besar yang ingin dibawakannya. "Kalau tetap di BMI, saya tidak bisa mengerjakan untuk orang lain," katanya. Setelah shalat istikharah selama 6 bulan, Adi baru bulat meninggalkan BMI. Lalu, dengan modal Rp 40 juta, ia mendirikan perusahaan konsultan, Karim Business Consulting (KBC). Booming ekonomi syariah yang terjadi kemudian, tak lepas dari peran Bang Adi dan KBC. Misalnya konversi bank konvensional ke bank syariah, atau penerapan dual-system banking yang menyatukan pelayanan umum dan syariah. Nah, bagaimana prospek ekonomi syariah di Indonesia dengan semakin payahnya sistem kapitalisme global? Kepada Bowo dari Suara Islam yang menemuinya di PIM 2 Jakarta Selatan, Ahad (2/11) lalu, Bang Adi menjelaskannya. Berikut petikannya. |