|
Wednesday, 22 October 2008 |
Krisis finansial yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengagetkan dan datang secara tiba-tiba. Tim Indonesia Bangkit (TIB) telah mengingatkannya berulangkali akan bahayanya financial bubbles. ECONIT pada awal Januari 2008 ini dalam paparan ECONIT “Economics Outlook 2008” menyebutkan bahwa tahun 2008 sebagai The Year of The Bubbles (tahun gelembung) yang dapat pecah sewaktu-waktu bila pemerintah tidak mengantisipasi peningkatan gelembung finansial yang semakin meng-khawatirkan tersebut. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wednesday, 22 October 2008 |
|
Berikut kritik Tim Indonesia Bangkit (TIB) terhadap langkah BI dan pemerintah mengatasi dampak Krisis Finansial 2008: 1. Pilihan Bank Indonesia dan Pemerintah SBY untuk melakukan kebijakan uang ketat (tight money policy) menun-jukkan bahwa Pemerintah SBY tidak belajar dari pengalaman krisis tahun 1998 dan masih tunduk pada resep IMF/Bank Dunia meskipun telah gagal dan terbukti mengakibatkan krisis moneter tahun 1998 berubah menjadi krisis ekonomi yang lebih luas.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Monday, 13 October 2008 |
|
AS yang selama ini mengklaim sebagai negara adidaya yang memiliki perekonomian terkuat di dunia tapi akhirnya terkena krisis. Pemerintah AS kini tengah kelimpungan meredam dampak krisis keuangan dahsyat yang melanda negeri ini. Ratusan milyar USD telah dikeluarkan untuk memberi dana talangan. Lembaga keuangan (investment banks) yang terkenal, besar dan kuat di AS seperti Lehman Brothers, Merrill Lynch, Goldman Sachs, dan perusahan asuransi terbesar di dunia AIG akhirnya-pun menyatakan pailit. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Monday, 06 October 2008 |
|
Banyak warga Amerika Serikat yang mencemaskan perekonomian Amerika dan kondisi keuangan mereka sendiri kelak. Hal ini terjadi akibat kebangkrutan bank investasi raksasa Lehman Brothers, pengakuisisian Bear Stearns dan Merrill Lynch, serta perubahan status Goldman Sach dan Morgan Stanley dari bank investasi menjadi holding companies bank. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tuesday, 19 August 2008 |
Kalau definisi merdeka itu berarti setiap warga negara itu harus terpenuhi hak dasarnya, terpenuhi pangan, papan, kemudian pendidikan, kesehatan, semestinya saat ini Indonesia belum merdeka. Demikian disampaikan Hendri Saparini, ekonom dari Tim Indonesia Bangkit. “Anggaran untuk pendidikan dan kesehatan saja itu harus dikalahkan oleh tugas yang pertama, yakni pembayaran utang. Jadi pembayaran utang tidak boleh dikotak-katik tapi subsidi boleh dikotak katik,”ujarnya pada Suara Islam. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 10 |