| |
|
|
|
Newsticker |
|
|
Hubungi Kami Alamat Kantor Redaksi dan Pemasaran:
Jl. Kalibata Tengah No. 3A lantai 2, Pancoran, Jakarta Selatan 12740
Telp/Fax. 021-7942240
SMS Center: 081 218 933 633
Redaksi Suara Islam Online menerima sumbangan artikel dan tulisan lainnya yang sesuai dengan Syariat Islam dan misi Suara Islam Online. SI Online juga memperbolehkan pembaca untuk menyebarluaskan artikel/berita yang ada di SI Online dengan tetap mencantumkan alamat url Suara Islam.
Naskah Artikel, Suara Pembaca, Opini dan Pertanyaan Konsultasi, dan lain-lain silahkan dikirimkan melalui e-mail :
redaksi@suara-islam.com
redaksi_suaraislam@yahoo.com
PEMASARAN:
Untuk berlangganan atau menjadi agen Tabloid Suara Islam, hubungi:
Bagian Sirkulasi: Zulnarias, 0816 138 4245
SMS Center: 081 218 933 633
Facebook: Pemasaran Tabloid Suara Islam
Harga Paket Berlangganan:
A. 3 bulan (6 edisi) Rp. 36.000.-
B. 6 bulan (12 edisi) Rp. 72.000.-
D. 12 bulan (23 edisi) Rp. 138.000.-
Catatan:
1. Harga berlaku untuk wilayah JAKARTA
2. Bebas ongkos kirim
3. Harga paket berlaku efektif mulai 1 Januari 2012
4. Cara mudah berlangganan via SMS, ketik: NAMA LENGKAP_ALAMAT LENGKAP_PAKET LANGGANAN, kirim ke: 081 218 933 633.
Contoh: Muhammad Soleh_Jl. Kresek Indah 91D, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur_Paket D (kemudian kirim ke 081 218 933 633).
|
- 09/20 Jakarta, suara-islam.com-- Hari ini telah ramai beredar kabar bahwa Bob Old, pendeta yang pembakar Alquran di belakang rumahnya, pada Sabtu 11 September lalu kini tewas terpanggang dalam kecelakaan mobil. Waktu itu Old membakar Al Qur'an bersama dengan pendeta Danny Allen.">Pendeta Pembakar Quran Akhirnya Tewas Mengenaskan
- 03/31 Komjen (Pol) Drs Susno Duadji SH MH MSc
(Mantan Kabareskrim Mabes Polri)
Dirumahnya yang tidak mewah di kawasan Cinere, pagi itu Kamis, pukul 07.50 wib. Tim Redaksi Tabloid Suara Islam tiba sepuluh menit lebih awal dari waktu yang disepakati. Tetapi ternyata tuan rumah telah siap menerima kehadiran kami di ruang tengah rumah yang cukup asri itu. Berikut ini wawancara eksklusif Abdul Halim, Muhammad Luthfie Hakim dan Muhammad Al Khaththath dari Tabloid Suara Islam, dengan Komjen (Pol) Susno Duadji di rumahnya Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3) lalu. Wawancara sejak dari kasus Bank Century hingga markus pajak Rp 24,6 miliar yang diduga kuat melibatkan sejumlah Jenderal di Mabes Polri.
Bagaimana tanggapan Anda atas penyesalan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution yang merekomendasikan pencopotan Anda dari Kabareskrim Mabes Polri akhir tahun lalu ?
Bang Buyung tidak perlu menyesal, tetapi yang penting follow up dari penyeslaan itu.">SEHARI KAPOLRI BOHONG LIMA KALI - 06/28 Wawancara dengan tokoh sastrawan Taufik Ismail.
">Hanung, Kau Keterlaluan: Pesantren dan Kiyai Begitu Kau Burukkan - 10/23 Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih menjadi sosok yang sering dibicarakan di berbagai media saat ini. Siapakah dia sebenarnya dan apa hubungannya dengan NAMRU 2?
Nama wanita ini tiba-tiba muncul ke publik setelah ia dipastikan mejadi Menteri Kesehatan. Padahal awalnya tak ada yang mengenal pejabat eselon II Depkes itu. Bahkan Nila Moeloek, istri mantan Menkes Farid Anfasa Moeleok, yang batal jadi Menkes karena dikatakan tidak lolos psikotes mengaku tidak mengenalnya. Meski demikian realita bicara lain. Rabu sore (21/10) ia dipanggil ke Cikeas untuk mengikuti audisi calon Menkes. Dan SBY pun pada malam harinya mengumumkan namanya menjadi orang nomor satu di Depkes.
Menteri kesehatan yang ditunjuk oleh Presiden SBY untuk menggantikan Siti Fadilah Supari ini nama lengkapnya adalah Dr. dr. Endang Rahayu Sedianingsih, MPH. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 3 Februari 1955.
Pendidikan dokternya di selesaikan di ">Siapa Endang Rahayu Sedyaningsih? - 10/09 Pendidikan anak dimulai dari awal pernikahan hingga hadir seorang anak dalam rumah tangga.
Anak merupakan salah satu anugerah terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Kehadiran seorang anak dalam sebuah rumah tangga akan menjadi generasi penerus keturunan dari orang tuanya.
Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata, ''Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.''
Penjelasan ini menegaskan bahwa sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan itu laksana sebuah kertas putih yang polos dan bersih. Ia tidak mempunyai dosa dan kesalahan serta keburukan yang membuat kertas itu menjadi hitam. Namun, karena cara mendidik orang tuanya, karakter anak bisa berwarni-warni: berperangai buruk, tidak taat kepada kedua orang tuanya, dan tidak mau berbakti kepada Allah SWT.
Dalam Alquran atau hadis Nabi Muhammad SAW, telah diterangkan tentang tata cara mendidik anak. Di antaranya adalah harus taat dan patuh kepada kedua orang tuanya, tidak menyekutukan Allah, tidak membantah perintah-Nya, tidak berbohong, dan sebagainya. [Lihat QS 9:23, 17:23, 17:24, 29:8, 31:15, 37:102, 2:83, 4:36, 6:151, 12:99, 12:100, 17:23, 17:24, 19:14, 19:32, 29:8, 31:14, 46:15].
Apabila telah dewasa, seorang anak berkewajiban untuk memberi nafkah kepada kedua orang tuanya [2:215, 30:38], anak juga berkewajiban memberikan nasihat kepada orang tua [QS 19:42, 19:43, 19:44, 19:45], mendoakannya [QS 14:41, 17:23, 17:24, 19:47, 26:86, 31:14, 71:28], serta memelihara dan merawatnya ketika mereka sudah tua [QS 17:23, 17:24, 29:8, 31:14, 31:15, 46:15].
Pendidikan anak
Berkenaan dengan cara mendidik anak ini, Abdullah Nashih Ulwan merumuskan tata cara mendidik anak dengan baik dan benar. Sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunah Rasulullah SAW. Secara lengkap, ia menuliskannya dalam sebuah kitab yang berjudul Tarbiyah al-Awlad fi al-Islam (Pendidikan Anak Menurut Islam).
Secara umum, isi kitab ini sangat mendasar, padat, komprehensif, dan lengkap dengan petunjuk praktis dalam mendidik dan membimbing seorang anak agar menjadi anak yang saleh.
Secara lebih khusus lagi, setidaknya ada dua persoalan inti dari karya Abdullah Nashih Ulwan ini. Pertama, visinya tentang makna pendidikan. Menurut Ulwan, pendidikan bukan sekadar perlakuan tertentu yang diberikan kepada anak untuk mencapai sebuah tujuan.
Kedua, visi tentang pendidikan anak. Dalam pandangan Ulwan, setiap anak memiliki kehidupan sosial, biologis, intelektual, psikis, dan seks. Dalam kehidupan sosial, setiap anak pasti terlibat dengan berbagai pihak, seperti orang tua, guru, tema, tetangga, dan orang dewasa. Dan, anak tidak dengan sendirinya dapat berhubungan dengan berbagai pihak itu sesuai atau selaras dengan tuntunan Alquran dan sunah (Islam). Karena itulah, kata Ulwan, setiap anak memerlukan bimbingan dan nasihat agar mereka bisa berjalan dengan lurus.
Pernikahan
Dari kedua visi yang dimaksudkan Ulwan, terutama pada visi pertama mengenai pendidikan, ia memulainya dengan bab pernikahan. Tentu, ada pertanyaan besar, mengapa masalah pernikahan ditempatkan pada urutan pertama mengenai pendidikan anak dalam kitab ini?
Bagi Ulwan, pernikahan adalah awal mula terjadinya hubungan dan interaksi antara seorang suami dan istri dalam melanjutkan garis keturunan. Ulwan tidak membatasi pernikahan itu pada hubungan ragawi antara seorang pria dan wanita belaka. Ia lebih menyingkap makna pernikahan dalam rangka keberadaan atau eksistensi manusia, menyangkut kemaslahatan hidup pasangan suami istri.
Kemaslahatan hidup yang damai, indah, tenteram, dan bahagia baru bisa diwujudkan dari sebuah pernikahan. Sebab, dari pernikahan akan terjadi peningkatan tanggung jawab, baik sebagai seorang suami dan istri maupun sebagai pasangan ayah dan ibu (orang tua). Karena itulah, jelas Ulwan, sebelum menikah, seorang suami atau istri harus mencari pasangan yang berasal dari keluarga yang baik, taat beragama, kaya, dan gagah (tampan, cantik). Tujuannya agar dapat terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Sebuah pernikahan sangat berkaitan erat dengan keturunan (anak). Anak merupakan pelanjut (penerus) eksistensi sebuah keluarga. Karena itu, Islam mengajarkan pula agar sebelum menikah hendaknya dapat diketahui keluarga pasangan mempunyai keturunan yang banyak (mudah melahirkan, tidak mandul).
Abdullah Nashih Ulwan menempatkan pernikahan sebagai prasyarat untuk menyelenggarakan pendidikan anak secara Islami. Prasyarat lainnya adalah kasih sayang yang harus tercermin pada seluruh perilaku orang tua dalam berhubungan dengan anak yang sekaligus dipersepsikan oleh anak sebagai ungkapan kasih sayang dari orang tuanya.
Sejak dini
Ulwan menambahkan, prasyarat pendidikan harus dimulai sejak dini. Ketika anak masih berada dalam kandungan, seorang ibu harus rajin mengajarkan akhlak yang positif. Selanjutnya, ketika anak telah dilahirkan ke dunia, langkah awal adalah dengan dilantunkannya kalimat tauhid (azan pada telinga kanan dan iqamat di telinga kiri). Kemudian, orang tua berkewajiban untuk memberikan nama yang baik pada anak, melakukan akikah (pemotongan hewan dan rambut anak), mengkhitankannya, dan menyekolahkannya.
Hal tersebut, kata pengarang kitab ini, merupakan manifestasi dari kepedulian orang tua terhadap anak dalam mendidiknya, yang dimulai sejak dari kandungan, saat kelahiran, hingga ia mulai beranjak dewasa. Dan, pendidikan pada anak ini harus dilakukan secara simultan dan berkesinambungan, tanpa henti.
Belajar dari Kehidupan
Menurut Abdullah Nashih Ulwan, ketika seorang anak telah lahir, mulai saat itulah pendidikan pada anak diberikan secara lebih intensif. Sebab, pendidikan yang kurang dari kedua orang tuanya dapat membuat anak terpengaruh dengan lingkungannya.
Mengutip kata-kata Dorothy Law Nolte, setiap anak akan belajar dari kehidupannya. Berikut pandangan Dorothy Law Nolte bila anak dibesarkan dengan berbagai sikap dari kehidupan.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Mengembangkan Kepribadian dan Jiwa Sosial Anak
Sebagaimana dikatakan Dorothy Law Notle, seorang anak akan senantiasa belajar dari kehidupannya. Bila kehidupannya mengajarkan sesuatu yang baik, anak pun akan turut menjadi baik. Sebaliknya, bila lingkungan dan kehidupannya mengajarkan anak perbuatan buruk, sikap dan tindakan kesehariannya pun akan buruk pula.
Dalam kitab Tarbiyah al-Awlad fi Al-Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, pendidikan anak khususnya tentang kepribadian dan jiwa sosial anak sangat penting. Sebab, dari kepribadian dan jiwa sosialnya akan terbentuk karakter anak tersebut.
Dalam visinya tentang pendidikan anak, Ulwan membagi cara pendidikan anak dalam beberapa hal. Di antaranya adalah kehidupan biologis, intelektual, psikis, sosial, dan seks. Dalam kehidupan biologis, orang tua berkewajiban memerhatikan kesehatan mental dan jiwa anak. Anak berhak mendapatkan makanan, minuman, tempat tidur, pakaian, olahraga, dan kesegaran jasmani dari kedua orang tuanya.
Sementara itu, dalam kehidupan intelektual, orang tua berkewajiban memasukkan anak pada lembaga pendidikan (sekolah) yang sesuai dengan kemampuan anak. Anak memiliki akal sehat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan (ilmu). Potensi ini memberikan dorongan kepada anak untuk mengembangkan diri dan kepribadiannya.
Dari sisi kehidupan psikis, Ulwan menyoroti sifat negatif dan positif yang sering dijumpai pada anak. Sifat negatif di antaranya malu tidak pada tempatnya, takut, rendah diri, marah, hasut, iri hati, dan lain sebagainya. Sifat negatif ini akan diimbangi oleh sifat positif, seperti rasa cinta dan kasih sayang serta keadilan.
Kehidupan sosial
Dalam kehidupan sosial, Ulwan memandang bahwa setiap anak akan terlibat dalam kehidupan pihak lain (orang tua, teman, guru, tetangga, dan masyarakat). Dan, ia sangat bergantung pada kehidupannya itu.
Dalam pandangan Ulwan, segi kehidupan sosial anak itu meliputi semangat persaudaraan, kasih sayang, toleransi, pemaaf, berpegang pada keyakinan (kebenaran), dan tanggung jawab.
Kemudian, dalam pergaulan sehari-hari, anak akan belajar kaidah kehidupan, seperti etika makan, minum, tidur, belajar, hormat pada orang tua, teman, tetangga, orang yang lebih dewasa, dan lainnya.
Yang tak kalah pentingnya dari kehidupan sosial ini adalah pendidikan seks. Menurut Ulwan, yang dimaksud pendidikan seks adalah masalah mengajarkan, memberi pengertian, dan menjelaskan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan seks, naluri, dan perkawinan pada anak sejak akalnya tumbuh dan siap memahami hal-hal di atas. Hal itu diajarkan sesuai dengan tuntunan Alquran atau sunah Rasulullah SAW.
Dalam pandangan Ulwan, ada beberapa cara dalam mengajarkan pendidikan seks pada anak. Ia membagi cara pengajaran pendidikan seks pada anak dalam beberapa tingkatan.
(1) Untuk anak berusia 7-10 tahun, anak diajari tentang sopan santun dan meminta izin masuk rumah orang lain dan santun cara memandang.
(2) Pada usia 10-11 tahun, ketika anak memasuki masa pubertas, anak harus dijauhkan dari hal-hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu dan birahinya.
(3) Pada usia 14-16 tahun, yang disebut dengan usia remaja, anak harus diajari etika bergaul dengan lawan jenis bila ia sudah matang untuk menempuh perkawinan.
(4) Setelah melewati masa remaja, yang disebut dengan masa pemuda, anak harus diajari etika menahan diri bila ia tidak mampu kawin. Rasulullah SAW mengajarkan berpuasa.
(5) Pada usia yang sudah cukup, segeralah menikahkan anak.
Bolehkah mengajarkan pendidikan seks pada anak sejak usia dini? Pertanyaan ini kerap diajukan masyarakat mengenai pendidikan seks pada anak. Mereka khawatir bila pendidikan seks diajarkan sejak dini, setiap anak akan mencoba melakukannya. Apalagi, tidak setiap saat anak berada dalam pengawasan.
Menurut Ulwan, boleh saja mengajarkan pendidikan seks pada anak sejak usia dini. Namun, harus dengan cara yang benar dan hati-hati. Menurutnya, ada pendidikan seks yang boleh diajarkan sejak dini dan ada yang tidak perlu disampaikan. Karena itu, jelas Ulwan, dibutuhkan kehati-hatian orang tua dalam mengajarkan pendidikan seks.
">Cara Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam - 01/20 Kantor Dagang Israel Belum secara resmi dibuka, namun perusahaan-perusahaan Israel sudah dengan bebasnya beroperasi di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur sejak Maret 2008, Grup Merhav, sebuah kelompok usaha swasta asal Israel, mengumumkan akan menanamkan investasi pada pengembangan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel dengan perusahaan budi daya tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Kelompok perusahaan Israel menanamkan investasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Modalnya tak tanggung-tanggung. Rp 6 trilyun rupiah atau sekitar US$ 700 juta.
PT Manhattan Capital yang berbasis di Jakarta merupakan investor nasional yang bermitra dengan Merhavv Group Israel dalam pengembangan sumber daya energi biodiesel seperti jatropa beserta infrastruktur pendukungnya di sejumlah daerah di Indonesia.
Di sektor energi perusahaan yang dimiliki kaum zionis dengan nama ORMAT bekerja sama dengan Medco, perusahaan milik Arifin Panigoro, menggarap energi panas bumi (geothermal) senilai US $ 200 juta.
Begitu juga dalam pameran dagang tahun 2008 yang lalu, mereka melakukan pameran dagang di Kemayoran dengan nama perusahaan.
Kabar terkini mengenai operasi perusahaan Zionis Israel ini adalah, mereka sedang mempersiapkan diri untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan perangkat teknologi informasi, billing system dan WiMax melalui perusahaan yang bernama AMDOCS.
Dalam Company Profile AMDOCS tertulis secara jelas beberapa nama pelaku bisnis Israel, antara lain : Zohar Zisapel">OPERASI ZIONIS ISRAEL DI INDONESIA: Ada Zionis di Telkomsel - 09/28 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan bantuan dana sebesar Rp200juta untuk kegiatan ritual, yakni karya "Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung" di Pura Bukit Mentik, Gunung Lebah, Desa Batur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Wakil Ketua Panitia kegiatan ritual tersebut Dr I Ketut Murdjana di Desa Batur, Kintamani sekitar 60 km timur Denpasar, Senin, mengatakan, Presiden SBY memberikan sumbangan untuk kelancaran kegiatan ritual yang digelar umat Hindu setempat.
Kegiatan ritual berskala besar itu melibatkan seluruh lapisan masyarakat Hindu Desa Batur, Kintamani yang terdiri atas 700 kepala keluarga (KK) dengan menghabiskan dana sekitar Rp750 juta.
"Upacara tersebut dilaksanakan setiap 30 tahun sekali di Pura Bukit Mentik dengan rangkaian kegiatan dari awal hingga puncak acara berlangsung sebulan penuh, 20 September-20 Oktober 2009," tutur Ketut Murdjana.
Kegiatan ritual skala besar itu bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dunia beserta isinya terhindar dari bencana, serta selalu dilimpahkan kesuburan dalam bidang pertanian.
Terkait rangkaian upacara yang berlangsung selama sebulan itu, berbagai prosesi telah dilakukan hingga pada puncaknya nanti diantaranya, "mulang pakelem" dengan menenggelamkan tiga ekor kerbau.
Korban suci itu masing-masing untuk kawah Gunung Batur dua ekor dan Danau Batur seekor.
I Ketut Murdjana menjelaskan, selain dana bantuan dari presiden pihak panitia juga memperoleh bantuan dari sejumlah donatur di Bali yakni gubernur, bupati/walikota serta para dermawan.
Bantuan yang tidak kalah penting lainnya juga berasal dari panitia penyelenggaraan turnamen golf di Jakarta.
"Sementara sumbangan dari masyarakat Batur sebesar Rp350 juta atau setiap tiap kepala keluarga kena iuran Rp500.000," ujarnya.
I Ketut Murdjana menambahkan, pelaksanaan upacara akan dipimpin oleh tujuh "sulinggih" atau pendeta diantaranya Ida Pedanda Budha dari Griya Batuan Sukawati dan Ida Pedanda Putra Tembau dari Griya Aan , Kelungkung. ">SBY Bantu Rp200 Juta untuk Kegiatan Ritual - 09/16 Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi.">UMAT ISLAM BEKASI VS HKBP
- 01/19 Program 100 hari pemerintahan Presiden SBY sudah banyak diprediksi akan mengalami kegagalan total.
">Pemerintahan Amburadul, Syirik dan Kafir
- 02/22 Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL
|
|
| |
|
|
|
|