Internasional

Al Azhar Mesir Larang Kenakan Niqab

, 07/10/2009 07:19:13


altTokoh Islam Mesir berencana melarang siswi dan mahasiswi yang mengenakan penutup muka atau cadar (niqab) untuk memasuki lokasi sekolah-sekolah Al Azhar di Mesir.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah surat kabar di Mesir yang terbit pekan ini melaporkan bahwa Mohammed Tantawi, kepala Universitas Al-Azhar, menyuruh seorang siswi untuk menanggalkan penutup niqab yang dikenakan saat siswi tersebut melakukan tur di SMA yang dibiayai institusi Al Azhar.

Tantawi dengan marah memberi tahu siswi tersebut bahwa penutup wajah tidak ada kaitannya dengan Islam dan itu hanya adat istiadat. Tantawi kemudian mengeluarkan pengumuman bahwa dia akan segera mengeluarkan surat keputusan berisi larangan memasuki institusi sekolah Al Azhar bagi siswi-siswi yang mengenakan niqab.

Selain SMP dan SMA Al Azhar, Tantawi yang merupakan tokoh agama terkemuka di Mesir ini juga dikabarkan bermaksud untuk melarang pemakaian niqab di Universitas Al Azhar.

Kepolisian yang dihubungi Associated Press pada Senin lalu juga sudah memiliki perintah verbal untuk melarang perempuan dengan pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata, untuk tidak memasuki institusi-institusi Al-Azhar, termasuk sekolah tingkat menengah dan tingkat atas, asrama, dan beberapa universitas.

Keputusan melarang siswi atau mahasiswi mengenakan niqab kabarnya juga terjadi di asrama milik universitas negeri terkemuka, Universitas Kairo, meski pihak universitas menyangkalnya.
Seorang mahasiswi yang menghuni asrama mengatakan, mereka dihentikan di gerbang universitas saat mereka hendak masuk ke lokasi universitas dengan mengenakan penutup wajah.

Kekhawatiran

Tapi Hossam Bahgat, pengawas hak-hak the Egyptian Initiative for Personal Rights, mengatakan ia telah menerima pengaduan dari siswa dilarang memasuki Universitas Kairo karena mereka memakai niqab.

Terbongkarnya Konspirasi Otorita Palestina-Israel

, 07/10/2009 02:58:23

altSitus berita Filastin Al-Yawm mengutip sumber di Washington mengungkapkan, penentangan Pemerintah Otorita Palestina terhadap pembahasan laporan Richard Goldstone di Dewan HAM PBB disebabkan karena ancaman rezim zionis Israel yang memperingatkan bakal membongkar bukti keterlibatan dan kerjasama Otorita dengan Tel Aviv dalam Perang 22 Hari di Gaza.

Sumber tersebut juga membeberkan bahwa perundingan terakhir antara delegasi Palestina dan rezim zionis Israel yang digelar di Washington baru-baru ini merupakan upaya untuk menekan Otorita Palestina supaya menarik kembali tuntutan pembahasan laporan Ketua Tim Pencari Fakta PBB Richard Goldstone di Dewan HAM.

Sebagaimana diberitakan situs Filastin Al-Yawm, mulanya pemerintah Otorita Palestina menolak tuntutan Israel. Namun setelah ditayangkannya rekaman video yang mengungkap konspirasi Mahmoud Abbas dan rezim zionis, Otorita Palestina pun mengubah pandangannya. Rekaman itu menggambarkan upaya Mahmoud Abbas yang mendesak Menteri Perang Rezim Zionis, Ehud Barak untuk terus melanjutkan serangan militer ke Gaza. Padahal, saat itu Barak sempat ragu untuk melanjutkan perang meski mendapat restu Tzipi Livni, menteri luar negeri Israel saat itu.

Selain rekaman video, dalam pertemuan itu juga dibeberkan rekaman telepon antara Tayeb Abdul Rahim, sekretaris jenderal kepresidenan Palestina dengan Ketua Kantor Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Dov Weissglas. Dalam percakapan itu, Tayeb menyatakan, "Ini adalah saatnya untuk memasuki kamp-kamp pengungsi Jabaliya dan Syathi'. Jatuhnya kedua kamp pengungsi Palestina ini akan mengakibatkan berakhirnya kekuasaan Gerakan Perlawanan Islam "Hamas" di Jalur Gaza dan sekaligus membuat mereka mengibarkan bendera putih."

Dalam pertemuan di Washinton itu, rezim zionis mengancam bakal membeberkan bukti tersebut ke media massa jika Otorita Palestina pimpinan Mahmoud Abbas masih bersikukuh untuk membawa laporan Richard Goldstone ke Dewan HAM. Karena itu, Otorita Palestina lantas menarik tuntutannya dan memutuskan untuk menunda pembahasan laporan hasil investigasi Goldstone. Abbas sendiri dalam pernyataannya juga menyatakan secara tersirat bahwa keputusan tersebut diambil lantaran terpengaruh tekanan beberapa negara Arab yang menerapkan kompromi politik dengan rezim zionis Israel.

Menyikapi keputusan itu, Hamas menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap amanat darah rakyat Palestina dan hak-haknya. PM Palestina, Ismail Haniyeh sangat menyayangkan keputusan tersebut. Apalagi hal itu muncul dari pihak yang mengklaim dirinya mewakili rakyat Palestina. Dengan nada bertanya, Haniyeh menegaskan, "Bagaimana bisa itu terjadi sementara mereka bersorak-sorak dengan musuh Israel sedangkan rakyatnya dihabisi dan dibunuh?"

Israel memberlakukan pengamanan ketat di al-Aqsa

, 07/10/2009 02:43:54

altRezim pendudukan Israel mengerahkan ribuan pasukan keamanan di dalam dan di sekitar Masjid Al-Aqsa, al-Quds sejak hari Selasa tiga hari berturut-turut.Para polisi Rezim Israel melarang dan menangkapi warga Palestina yang berusia di bawah lima puluh memasuki situs suci - Yahudi dikenal sebagai Temple Mount dan untuk umat Islam sebagai Haram al-Sharif - di mana bentrokan meletus antara pasukan Israel dan pemuda Palestina.

Setelah penutupan, ratusan orang Palestina berkumpul di situs suci dan melancarkan aksi duduk di dalam untuk melindungi Haram al-Sharif dari orang-orang garis keras Yahudi yang berniat untuk merusak.
Rezim polisi Israel yang menduduki Al Aqsa sempat terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa. Polisi Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan kerumunan. Akibat kejadian tersebut beberapa warga palestina terluka dan sejumlah lainnya di tangkap.

Salah seorang mentri Israel Silvan Shalom mengatakan bahwa pertempuran itu dilakukan untuk memaksakan kedaulatan atas al-Quds dan Masjid Al-Aqsa.
Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengancam akan meluncurkan intifadhah baru untuk membela Al-Aqsa.

Kepala Otorita Palestina Mahmoud Abbas juga mengutuk "provokasi oleh ekstremis Yahudi."

Menerima kritik keras dari umat Islam di seluruh dunia, sebagian polisi Israel membuka Masjid Al-Aqsa setelah mengerahkan ribuan pasukan keamanan dalam dan di sekitar situs suci, dan hanya membolehkan akses bagi muslim perempuan dan laki-laki berusia 50 tahun ke atas.

altSementara itu, ribuan orang di Turki dituangkan ke jalan-jalan pada hari Senin dan mengadakan aksi protes, mengecam Israel penutupan Masjid Al-Aqsa.

Para pengunjuk rasa melantunkan slogan anti-Israel, dan meluapkan kemarahan dengan membakar bendera rezim Israel. Di luar gedung Konsulat di Istanbul mereka menuntut Tel Aviv untuk segera kembali membuka Masjid Al-Aqsa.
Para demonstran juga mengkritik Tel Aviv yang melakukan blokade sejak Juni 2007 sehingga menyebabkan kelaparan yang banyak membunuh orang-orang di Jalur Gaza.

Khamenei: Peningkatan Militer Iran Bukan Ancaman

, 07/10/2009 02:03:20

altPemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa peningkatan militer Teheran tidak bertujuan untuk mengancam negara tetangganya namun justru bertujuan membantu mereka memperoleh kemajuan yang sama.

Khamenei yang juga menjabat sebagai panglima tertinggi militer Iran, mengatakan bahwa semua negara tidak akan memperoleh "kehormatannya" dengan bergantung pada Amerika Serikat untuk memperoleh bantuan militer dan persenjataan.

Berbicara kepada pasukan Angkatan Laut di pantai laut Kaspia di kota bagian utara, Noshahr. Dia mengatakan bahwa semua negara berkampanye untuk menyebarkan sikap anti-Iran di seluruh penjuru dunia.

"Kebesaran Republik Islam, manuver militernya dan kemajuan pertahanannya bukan merupakan ancaman bagi negara-negara tetangga dan negara-negara lain ... ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memperoleh kepercayaan diri," kata Khamenei saat menyaksikan pelatihan kadet Angkatan Laut.

Itu adalah "peluang untuk menunjukkan kepada mereka bahwa jalan kepada kebanggaan dan kemajuan. Kehormatan tidak akan dapat diperoleh dengan bergantung pada Amerika Serikat dan dengan tidak berhenti membeli persenjataan. Itu bergantung pada keyakinan dan kepercayaan diri".

Iran bulan lalu membuat marah pihak Barat dengan menguji-coba sejumlah rudal jarak dekat dan menengah, hanya beberapa hari menjelang perundingan penting mengenai program nuklir kontroversialnya.

Khamenei mengatakan bahwa pihak asing menciptakan "Iran-fobia" di kawasan tersebut dan di dunia.

"Tentu saja musuh tidak dapat menyangkal kenyataan ... tujuan utamanya dalah untuk membuat negara-negara takut dengan Republik Islam," kata ulama itu.

Dia memperkirakan bahwa para "pengganggu ditakdirkan untuk jatuh".

Khamenei adalah Ulama terkuat Iran yang memiliki keputusan akhir untuk berbagai masalah nasional Republik Islam Iran. (mj/afp)

Israel Serang Masjid Utama Al-Aqsha

, 06/10/2009 02:09:01

altSenin sore kemarin (5/10) meletus bentrokan antara warga Palestina yang berjaga di masjid Al-Aqsha dengan polisi Israel di dalam masjid setelah mereka berusaha memasuki masjid untuk menangkapi jamaah yang itikaf sejak dua hari lalu.

Para penjaga masjid dan wartawan menegaskan bahwa polisi Israel memberikan tenggat waktu kepada para penjaga masjid melalui pengeras suara selama 15 detik saja untuk menyerah atau Israel akan memasuki masjid Qibali (masjid utama Al-Aqsha) dengan paksa.

Mereka menyebutkan bahwa pasukan Israel dalam jumlah besar siap-siap menyerang mushala Qibali dengan membawa peta-peta khusus.

Para penjaga masjid menegaskan dalam kontak dengan radio local bahwa mereka lebih memilih mati syahid dalam rangka membela masjid Al-Aqha daripada menyerah kepada polisi Israel.

Dalam perkembangan berikutnya, pasukan Israel mulai melakukan aksi gangguan jaringan telepon di dalam masjid untuk menghalangi kontak para penjaga masjid dengan media.

Bentrokan juga terjadi kemarin sore antara warga Palestina yang terkepung di masjid dengan pasukan Israel setelah pihak kedua berusaha menangkap seorang warga setelah terluka dan mencegah mobil ambulan melakukan evakuasi.

Empat personel polisi Israel kemarin juga mengalami luka akibat bentrokan dengan warga Palestina di gerbang Al-Amod masjid Al-Aqsha. Bentrokan meluas hingga ke kamp pengungsi Sa’vat, perkambangunan Ath-Thur, kampung Shawanah, kampung Ra’s Amod, perlintasan Qalanda dan kamp pengungsi Sa’fat. Lebih dari lima pemuda Palestina mengalami luka dan dua lainnya ditangkap Israel.

Sejak pagi kemarin pasukan Israel menutup perkampungan Arab dekat masjid Al-Aqsa dan mencegah warga hendak berjaga di masjid untuk memasukinya.

Polisi Israel kemudian mengumumkan bahwa mereka akan menambah pasukannya hari ini Selasa di penjuru Al-Quds dalam rangka perayaan “hari raya payung” Israel.

Hari ini rencananya, Israel juga akan menutup masjid Al-Aqsha bagi warga Palestina dan warga Al-Quds dimana kaum pria yang berusia di atas 50 tahun dilarang masuk dan memberikan kebebasan bagi wanita untuk memasukuinya. (bn-bsyr/infopalestina)

Qordhowi Serukan Dunia Islam Ungkapkan Kemarahanya Untuk Lindungi Al-Aqsha

, 06/10/2009 02:06:18

altKetua Persatuan Ulama Dunia, Syaikh DR. Yusuf Al-Qordhowi menyerukan seluruh ummat Islam dan Arab menjadikan hari Jum’at besok sebagai hari solidaritas Al-Aqsha.

Dalam pernyataan persnya yang dihadiri 300 penulis dan media Mesir hari ini (5/10), Qordhowi menjelaskan, tujuan menjadikam hari Jum’at besok sebagai hari solidaritas Al-Aqsha, terkait ancaman dari kelompok pemukim Zionis terhadap al-Aqsha. Ia menegaskan ummat Islam harus siap melindungi Al-Aqsha sebagai kiblat pertamanya ummat Islam serta al-Haram ketiga dalam Islam. (asy/infopalestina)

Mahmoud Ahmadinejad Keturunan Yahudi

, 05/10/2009 07:25:25

altFoto Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat sedang menunjukkan kartu identitas dalam pemilihan umum Maret 2008 memperlihatkan bahwa keluarganya memiliki keturunan Yahudi. Dalam dokumen yang diperbesar bisa terbaca bahwa Ahmadinejad pernah dipanggil "Sabourjian", nama Yahudi yang berarti penenun pakaian. Bukt-bukti ini pertama kali diungkap oleh harian The Daily Telegraph.

Seperti dikutip dari laman harian The Telegraph, Minggu 4 Oktober 2009, catatan pendek di dalam kartu identitas itu menjelaskan kalau keluarga presiden yang kerap mengecam Israel ini mengganti nama keluarga menjadi Ahmadinejad saat mereka memeluk Islam pasca kelahiran Ahmadinejad.

Keluarga Sabourjian berasal dari Aradan, tempat kelahiran Ahmadinejad. Nama Sabourjian diperoleh dari "tukang tenun Sabour," nama selendang Yahudi Tallit di Persia. Nama tersebut juga masuk dalam daftar nama orang-orang Yahudi Iran yang dikumpulkan oleh Departemen Dalam Negeri Iran.

Para ahli tadi malam menyebutkan bahwa track record Ahmadinejad yang kerap mengeluarkan kritik pedas terhadap kaum Yahudi bisa jadi dilakukan untuk menutupi masa lalunya. "Setiap keluarga yang pindah agama membuat identitas baru dengan mengecam kepercayaan mereka sebelumnya," kata Ali Nourizadeh dari Pusat Studi Arab dan Iran. "Aspek latar belakang Ahmadinejad menjelaskan banyak hal tentang dia.

Dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan anti-Israel, dia mencoba menghilangkan kecurigaan tentang keterkaitan dirinya dengan Yahudi. Dia merasa tak berdaya di tengah masyarakat radikal Syiah," terang Nourizadeh.

Juru bicara kedutaan Israel di London, Ron Gidor, mengatakan tidak akan terpengaruh dengan masa lalu Ahmadinejad. "Itu bukan sesuatu yang perlu kami bahas," kata Gidor.

Ahmadinejad memang tidak pernah menyangkal bahwa namanya diganti saat keluarganya pindah ke Teheran pada tahun 1950-an. Namun dia tidak pernah mengungkapkan nama sebelumnya dan tidak menjelaskan alasan penggantian nama tersebut.

Ahmadinejad adalah insinyur berkualitas dengan gelar doktor dalam bidang traffic management. Dia menjadi milisi Garda Revolusioner sebelum namanya dikenal sebagai politisi garis keras di Teheran. (vivanews)

Israel Tutup Masjid Al Aqsa

, 05/10/2009 02:44:26

Lagi-lagi Israel Masuk ke Masjid Al-Aqsa

, 30/09/2009 07:15:16

altAhad (27/9) sekitar pukul 07.30 waktu setempat, sedikitnya 40 orang pemukim Israel mencoba memaksa masuk ke dalam lingkungan Masjid Al-Aqsa melalui

Guru Belum 50 Tahun Dilarang Berjenggot

, 30/09/2009 06:55:13

altPemerintah Tajikistan melarang guru sekolah dan dosen universitas yang berusia di bawah 50 tahun memakai jenggot dan membatasi panjang jenggot bagi staf pendidikan yang lebih tua.

Tajikistan, yang berbatasan dengan Afghanistan, menganggap kelompok Islam radikal sebagai ancaman dan telah menindak keras gerakan agama yang tidak sejalan dengan versi Islam yang ditaja-negara.

Reuters melaporkan, para pria di republik bekas Uni Soviet tersebut, yang sebagian besar Muslim, sering memakai jenggot sebagai lambang keyakinan.

Menurut peraturan yang dipublikasikan pada akhir pekan dan dijadwalkan berlaku mulai 1 Oktober, para guru yang berusia di atas 50 tahun, dapat memiliki "jenggot yang rapi tidak lebih dari tiga sentimeter panjangnya".

Namun, sebagai persetujuan yang seimbang pada konservatisme, aturan baru itu juga melarang para guru mengenakan pakaian gaya-Barat seperti jeans, rok mini dan T-shirt.

"Semua yang baru itu diperkenalkan sebagai bagian dari pembaruan tanpa henti sekolah dan pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan mentalitas dan adat-istiadat masyarakat kita," jurubicara Kementerian Pendidikan Abdulkhamid Nozimov mengatakan kepada wartawan, Senin.

Presiden Tajikistan Imomali Rakhmon sebelumnya melarang HP dari sekolah dan universitas serta mengatakan siswa sebaiknya tidak datang ke sekolah dengan mobil mereka sendiri. (antara)

Morales: Kapitalisme Musuh Umat Manusia

, 28/09/2009 03:53:53

altPresiden Bolivia, Evo Morales menganggap sistem kapitalisme sebagai musuh utama umat manusia. Seperti diwartakan Kantor Berita Bolivia, Evo Morales Sabtu (26/9) dalam Konferensi Tingkat Tinggi Negara-Negara Afrika dan Amerika Latin di Venezuela menyatakan, sistem kapitalisme merupakan musuh utama bagi planet bumi dan umat manusia. Ditambahkannya, "Negara-negara Afrika harus berperan aktif membebaskan dunia dari sistem kapitalisme dengan cara memberdayakan sumber daya alamnya". Morales menilai, jika negara-negara Afrika tidak mampu memberdayakan sumber daya alamnya, maka mereka pun tidak akan bisa lepas dari persoalan ekonomi.

Dalam KTT Afrika-Amerika Latin kali ini, Morales juga menuntut negara-negara maju dan perusahaan multinasional membayar ganti rugi atas kerusakan iklim yang mereka ciptakan. Presiden Bolivia itu juga mendesak masyarakat dunia untuk mengadili dan menghukum negara atau perusahaan internasional yang mengabaikan aturan lingkungan hidup.

KTT Afrika-Amerika Latin II digelar 26-27 September di Pulau Margarita, timur laut Venezuela. KTT ini digelar untuk memperkuat hubungan dan membangun koordinasi kebijakan di antara negara-negara peserta di kancah global. KTT Pertama Afrika-Amerika Latin sebelumnya digelar 2006 lalu di Abuja, ibu kota Nigeria. (mj/irib)

Iran Bermanuver Uji Coba Misil

, 28/09/2009 03:41:46

altIran melakukan uji coba misil tahap pertama telah dilaksanakan kemarin pagi (Ahad, 27/9) dengan menguji rudal jarak pendek, senjata yang diuji coba pada hari Minggu itu meliputi misil darat dan laut Tondar (Jaya) dan Zelzal (Guntur). Sedang tahap kedua, digelar kemarin malam yang diisi dengan uji coba rudal jarak menengah, Shahab-1 dan Shahab-2. Tahap ketiga manuver ini akan dilakukan hari ini dengan menguji peluncuran rudal jarak jauh Shahab-3.

Dalam wawancara dengan Televisi Al-Alam, Panglima Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jendral Hosein Salami kemarin Ahad, (27/9)