Nasional

Gus Choy: Mana Ada Sumpah "Lillahi Taala?"

, 09/11/2009 12:56:05

altKritikan untuk anggota komisi III DPR, khususnya mereka yang berasal dari Parpol Islam datang dari anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB Effendy Choirie. Gus Choi, demikian panggilan akrabnya, mengkritik teman sejawatnya di Komisi III DPR RI yang sama sekali tidak mempermasalahkan "sumpah" lillahi taala dari Kabareskrim non aktif Komjen Pol Susno Duaji yang dinilai konteksnya bukan atas nama Allah.

"Susno mengatakan sumpah lillahi taala. Lho, mana ada sumpah dengan lillahi taala? Sumpah itu hanya dengan wallahi (Demi Allah), tallahi (Saya bersumpah atas nama Allah)," katanya di Jakarta, Senin (9/11), seperti diberitakan oleh kantor berita Antara.

Menurut Effendy lillahi taalla itu konteksnya untuk menyatakan keikhlasan.

"Misalnya saya ikhlas lillahi taala untuk bantu saudara-saudara kita, itu tepat konteksnya. Tapi bukan untuk mengangkat sumpah. Masak dari 50 anggota DPR tak ada yang paham soal sumpah itu?" katanya keheranan.

Alumnus Pondok Pesantren Langitan Tuban ini, mengkritik para anggota Komisi III telah terlena dengan apa yang disuguhkan Kapolri dan menyayangkan Komisi III DPR yang tidak peka terhadap suara masyarakat.
(ant/shodiq)

Indonesia-Belanda Kerjasama Antiterorisme

, 09/11/2009 05:20:32

altPeningkatan kerjasama dilakukan antara lain melalui MOU Kerjasama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Kementerian Dalam Negeri Belanda (yang membawahi Kepolisian Belanda), menurut rencana akan ditandatangani pada awal tahun 2010.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang anti terorisme. Peningkatan kerjasama dilakukan antara lain melalui MOU Kerjasama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Kementerian Dalam Negeri Belanda (yang membawahi Kepolisian Belanda), menurut rencana akan ditandatangani pada awal tahun 2010. Kerjasama anti terorisme selama ini telah dilakukan melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Belanda juga menginformasikan mengenai rencana pembentukan institusi riset bagi penanggulangan terorisme di Den Haag. Apabila institut tersebut terbentuk maka akan dibahas kembali bentuk kerjasama antiterorisme dengan Indonesia.

Hal tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) Indonesia – Belanda yang dilaksanakan di Balai Kota (Stadhuis) Delft, Belanda pada (4/11). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Retno L.P. Marsudi dan beranggotakan pejabat dari Menko Perekonomian dan KBRI Den Haag. Delegasi Belanda dipimpin oleh Direktur Jenderal Politik Kementerian Luar Negeri H.E. Pieter de Gooijer dan beranggotakan pejabat Kementerian Luar Negeri dan Dubes Belanda untuk Indonesia H.E. Nikolaos van Dam.

Kesepakatan lain yang berhasil dicapai adalah peningkatan kerjasama di bidang good governance and rule of law yang akan diwujukan antara lain melalui penandatanganan kerjasama antara KPK dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kehakiman Belanda pada akhir tahun 2009 ini. Delegasi kedua negara juga membahas kerjasama kebudayaan yang diharapkan perundingan mengenai draft perjanjian ini dapat diselesaikan pada awal tahun 2010, dan mendukung kerjasama antara Garuda dan KLM guna mewujudkan rencana Garuda membuka kembali jalur penerbangan Jakarta - Amsterdam pada bulan Juni 2010.

Selain membahas masalah-masalah dalam hubungan bilateral, SOM kali ini juga membahas isu-isu internasional yang menjadi kepentingan bersama kedua negara, seperti isu climate change dan Asia - Europe Meeting (ASEM). Sementara itu pada awal tahun 2010 Menteri Perekonomian Belanda Maria van der Hoeven direncanakan akan berkunjung ke Indonesia dengan membawa delegasi pengusaha dari Belanda. Kunjungan ini diharapkan dapat membawa peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Senior Officials Meeting merupakan forum bilateral untuk membahas isu-isu politis dan kerjasama lainnya dalam hubungan bilateral. Sementara masalah ekonomi dan perdagangan dibahas dalam forum Mixed Commission yang bertemu setiap dua tahun sekali pada tingkat Direktur Jenderal. Pada tingkat Menteri Luar Negeri terdapat Forum Konsultasi Bilateral yang bertemu setiap dua tahun sekali. Untuk melembagakan hubungan bilateral tersebut, dan membentuk kerangka hukum bagi kerjasama yang terarah dan forward looking, kedua negara menyepakati suatu Comprehensive Partnership Agreement yang diharapkan akan ditandatangani oleh Presiden RI dan PM Belanda pada tahun 2010.

Belanda merupakan trading partner terbesar di Eropa bagi Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,52 milyar (2008), yang terdiri dari ekspor ke Belanda sebesar US$ 3,92 milyar dan impor dari Belanda US$ 0,602. Sementara investasi langsung Belanda ke Indonesia mencapai US$ 1,19 milyar dengan total 128 proyek (2004-2008). (deplu/mj)


Puluhan Jemaah Ahmadiyah Pandeglang Kembali Pada Islam

, 06/11/2009 11:58:19

altSekitar 30 orang pengikut jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten 'ruju' ilal haq' kembali pada Islam dan meninggalkan ajaran yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Para pengikut ajaran nabi palsu asal India, Mirza Ghulam Ahmad itu sadar setelah mendapat pembinaan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pandeglang. Demikian diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Masyarakat Kantor Departemen Agama Kabupaten Pandeglang Haerudin di Pandeglang, Jumat (6/11).

Mereka tinggal di Desa Pasireurih Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang. Upaya menyadarkan kembali pengikut Ahmadiyah itu dilakukan secara kekeluargaan oleh tim yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Banten dan Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang.

"Tim yang dipimpin Kepala Kanwil Depag itu menggelar acara silaturahmi di Desa Pasireurih dan mengundang seluruh pengikut Ahmadiyah, dalam kesempatan itulah mereka diajak kembali mengikuti ajaran Islam yang sesungguhnya," katanya.

Ia juga menjelaskan, selain Ahmadiyah di kabupaten tersebut juga pernah ada aliran Majelis Dzikir yang dipimpin Syahrudin di Desa Sekong Kecamatan Cipecang. "Keberadaan aliran ini sempat heboh karena adanya pembakaran tempat beribadah mereka oleh masyarakat sempat yang merasa terganggu dengan aktivitas yang dilakukan oleh mereka," katanya.

Masalah aliran Majelis Dzikir ini juga sudah diselesaikan oleh aparat penegak hukum setempat, dan seluruh pengikutnya telah berjanji tidak akan melakukan aktivitas kembali di seluruh wilayah Provinsi Banten. Menurut dia, anggota aliran Majelis Dzikir tidak satu pun warga dari Provinsi Banten, seluruhnya berasal dari DKI Jakarta, termasuk Syahrudin yang menjadi pimpinannya.
(ant/pur/shodiq)

PKNU Ingatkan Tentang Resolusi Jihad

, 05/11/2009 12:51:22

alt Kaum ulama dan santri, diharapkan tidak berkecil hati jika ada kelompok yang merasa lebih berjasa kepada bangsa. Karena faktanya, merekalah para pejuang yang dengan segenap jiwa raga mengusir penjajahan.

"Kita harus mengingat bahwa tidak akan ada peringatan Hari Pahlawan tanpa adanya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama pada 20 Oktober 1945 dulu. Dan Karena itu pula, warga Nahdliyin adalah pewaris sah republik ini," ungkap Ketua Umum Partai Nasional Kebangkitan Ulama (PKNU) Choirul Anam kepada NU Online di Jakarta, Rabu (4/11) kemarin.

Pernyataan yang diungkapkan menanggapi penerbitan buku Biografi KH Zainul Arifin ini, kata Anam, adalah pernyataan yang sebenarnya. Dalam pandangan Anam, tentu semua orang mengerti bahwa penghalang penjajahan yang sesungguhnya terhadap bangsa ini adalah adalah kelompok santri.

"Bahkan Jenderal Dziyaul Haq pun mengakui hal itu. Jadi tidak benar jika ada anggapan, para ulama pejuang waktu itu hanya bisa berdoa saja. Nah KH Zainul Arifin merupakan salah satu bukti, bahwa keberadaan laskar-laskar santri merupakan sesuatu yang sangat diperhitungkan waktu itu," tandas Cak Anam -sapaan akrab Choirul Anam.

Lebih lanjut, Cak anam berharap, penerbitan buku Biografi KH Zainul Arifin ini dapat memberikan penggambaran yang jelas dari salah satu fragmen perjuangan para ulama NU terdahulu kepada bangsa Indonesia saat ini. (nu online/shodiq ramadhan)

Depag: Kampus Islam Bukan Sarang Teroris

, 05/11/2009 10:22:07

altKampus Islam bukanlah sarang teroris. Demikian diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama (Depag), Machasin, di Solo, Rabu (4/11).

"Kalau ada beberapa tersangka teroris yang pernah terkait dengan kampus Islam, jangan digeneralisasikan bahwa kampus Islam sebagai sarang yang nyaman untuk teroris," katanya. Menurutnya, berbagai perguruan tinggi Islam tidak pernah mengajarkan radikalisme seperti dilakukan para teroris.Perguruan tinggi Islam, lanjut Machasin, juga bukan tempat untuk penanaman benih-benih terorisme.

Adanya fakta bahwa beberapa teroris terkait dengan kampus Islam tertentu, katanya, hal tersebut tidak bisa menjadi pembenaran dalam menyebut kampus Islam sebagai sarang teroris.

"Tolong hal tersebut jangan disamaratakan. Apakah para koruptor yang berlatar belakang dari kampus umum, kemudian kampus tersebut juga disebut sebagai sumber koruptor," ungkapnya, seperti dirilis oleh kantor berita Antara.

Selain itu, katanya, fakta bahwa ada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyembunyikan buronan teroris, juga tidak bisa dia dinilai sebagai hasil didikan dari kampus tersebut.

"Kampus adalah tempat mempelajari apapun, dari agama, pendidikan formal, hingga paham-paham tertentu, termasuk radikalisme," katanya.

Berbagai hal yang dipelajari mahasiswa di kampusnya, katanya, disertai dengan pembekalan kemampuan memilih mana yang baik dan buruk.

"Saya tidak setuju dengan adanya pengawasan kegiatan belajar di kampus Islam dan penyortiran mahasiswa," katanya.

Hal tersebut, katanya, malah memicu mahasiswa untuk antusias terhadap berbagai hal yang dianggap sebagai bentuk radikalisme.

"Saat ini jumlah kampus Islam negeri mencapai 52 perguruan yang terdiri atas UIN, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)," katanya.

Jika 30 persen dari seluruh kampus Islam yang ada di Indonesia menyimpang dari ketentuan dalam kegiatan belajar mengajar, katanya, upaya pengawasan dan penyortiran perlu dilakukan. "Untuk saat ini upaya tersebut belum tepat untuk dilakukan," katanya
. (ant/shodiq)

Foto: ilustrasi aktivitas mahasiswa UIN Malang

Hasyim Muzadi: Muktamar NU Agendakan Pembahasan Liberalisme Pemahaman

, 03/11/2009 23:22:06

alt Muktamar Nahdlatul ‘Ulama (NU) ke 32 di Makasar dijadwalkan terselenggara masih beberapa bulan lagi, tepatnya mulai 10 Januari 2010. Ketua Tanfidziyah PB NU, KH. Hasyim Muzadi sudah mengagendakan, mengajak ‘Ulama NU peserta Muktamar (Muktamirin) membahas masalah Liberalisme Pemahaman. Pembahasan diharapkan mampu melahirkan sikap waspada NU terhadap masalah tersebut.

Dalam berbagai kesempatan ajakan itu, sudah mulai disosialisasikan. Seperti pada Ahad, 18 Oktober yang lalu saat hadir di tengah Silaturahmi dan Halal Bihalal para Masyaikh Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur dan Pimpinan Cabang NU se Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH. Hasyim memaparkan masalah Liberalisme Pemahaman ini dengan lebih terinci.

FUI Laporkan Pemurtadan ke MUI

, 03/11/2009 08:06:29

altSekjen Forum Umat Islam (FUI)

FUI: Hentikan Kegiatan Pemurtadan Di Padang Pariaman

, 03/11/2009 08:00:21

alt Kasus pemurtadan di kawasan Patamuan, Desa Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat pada hari Selasa, 27 Oktober 2009 lalu, mendapat perhatian serius dari Forum Umat Islam (FUI). Berkaitan dengan kasus tersebut, pada hari Senin, 2 Nopember 2009, FUI menggelar konferensi pers di kantor MERC.

Komisi I DPR Segera Panggil Menlu Bahas Palestina

, 30/10/2009 07:23:46

altKomisi I DPR akan segera melakukan Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk membahas serangan tentara Israel ke Masjid Al Aqsa di Palestina. Hal itu terungkap saat Komisi I menerima sejumlah perwakilan Aqsa Working Group, Jamaah Muslimin, KISPA, dan COMES serta Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dipimpin Ketua Komisi I Kemal Azis Stamboel didampingi Hayono Isman, Agus Gumiwang Kartasasmita dan TB Hasanuddin di ruang rapat Komisi I, Gedung Nusantara II, Kamis (29/10).

Anggota Komisi I M Najib (F-PAN) dalam pertemuan itu menilai tidak ada alasan bagi Komisi I untuk tidak menindaklanjuti aspirasi dari

Komarudin Hidayat: Konflik Palestina-Israel Sengaja Diciptakan Barat

, 29/10/2009 09:39:26

alt Konflik palestina dengan Israel, merupakan sesuatu yang memang disengaja dirancang oleh dunia Barat. Hal Ini ditegaskan Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah dalam diskusi buku karya wartawan Kompas, Trias Kuncahjono yang berjudul 'Jalur Gaza, Tanah Terjanji, Intifada dan Pembersihan Etnis' di Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu malam (28/10).

''Ini dinamakan dengan teori konspirasi, yang banyak mengemuka belakangan ini mengapa Israel selalu menyerbu dan menyerang Palestina.
Dunia Barat takut sekali kalau Timur Tengah berkembang dan kemudian pro pada dunia Timur. Karena antara lain Timur Tengah kaya akan minyak. Kalau mereka berkembang dan pro Barat, itu tidak masalah,'' jelas Komarudin.

Menurut Komarudin inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa selalu diciptakan kegaduhan serta konflik di Palestina.
''Konflik di Palestina memang sulit untuk diselesaikan, karena begitu rumit dan kompleks. Pasalnya ini menyangkut kepentingan sejumlah negara dan merupakan konspirasi besar,'' paparnya.

Sementara di sisi lain, lanjut Komarudin, negara-negara Timur Tengah sendiri, khususnya yang berdekatan dengan Palestina, tidak solid. ''Arab sendiri misalnya, susah dijawab apakah Arab lebih dekat ke Palestina atau ke Amerika. Demikian juga Mesir. Ibarat gunung pasir, kadang muncul dan mudah hilang.
Artinya kadang di saat tertentu, satu negara berpihak pada negara lain. Namun pada situasi lain, keberpihakan itu bisa ditarik dan berbalik,'' jelas doktor bidang Filsafat Barat di Middle East Techical University, Ankara, Turki tahun 1990 itu.

Rakyat Palestina sendiri, menurutnya memiliki tiga alasan kuat mengapa mereka juga terus melakukan perlawanan. ''Mereka memiliki militansi tinggi karena tanah air dan tanah kelahirannya diusik. Kedua, orang rela berpefrang karena harta rampasan. ketiga, Unsur keyakinan agama yang membuat mereka menjadi semakin militan. Ini ditakuti oleh Barat dan Israel,'' papar lelaki kelahiran Magelang, 18 Oktober 1953 itu.

Di tempat yang sama pengajar FISIP UI, Kusnanto Anggoro mengungkapkan hal senada. ''Konflik di Palestina dan Gaza sulit betul untuk diselesaikan. Karena tidak memiliki batasan-batasan yang jelas,'' papar Kusnanto. Dikatakannya, negara-negara di sekitar Palestina, secara tidak langsung sebenarnya menghendaki konflik di Palestina terus berlangsung.
(republika/shodiq) {loadposition posisi2}

Aceh Barat Larang Muslimah Bercelana Jeans

, 29/10/2009 08:33:00

alt Bupati Aceh Barat Ramli MS akan mengeluarkan aturan bahwa perempuan muslimah di wilayahnya dilarang keras memakai celana ketat dan celana jeans. Aturan akan berlaku pada awal tahun 2010.

Soal kontroversi, Ramli mengakui bahwa aturan yang dia keluarkan akan menuai kontroversi, terutama dari kaum perempuan yang merasa kesulitan mengenakan rok dalam kegiatan sehari-hari, seperti saat mengendarai motor.

Saat ini Bupati ramli mengaku masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Saya terus berkoordinasi dengan ulama dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan aturan ini," ujarnya, Kamis (29/10).

Ramli membantah. Menurutnya tak ada halangan bagi wanita yang mengenakan rok untuk mengendarai motor.

"Memang ada orang yang tak bisa menggunakan rok ketika mengendarai motor. Namun, di Aceh Barat ada 2.000 wanita yang menggunakan rok tapi bisa mengendarai motor,"jawabnya ketika ditanya soal kontroversi ini.

Rencananya, penggunaan celana dibolehkan dengan syarat yakni harus lebar dan menutupi mata kaki. Celana juga bisa digunakan sebagai bagian dalam rok panjang yang lebar.

Jika melanggar, pelaku harus mengganti celana yang dipakainya dengan rok yang disediakan khusus oleh pemerintah Aceh Barat. Sementara, celana yang mereka pakai akan dimusnahkan dengan cara digunting. (ant/viva/shodiq) {loadposition posisi2}

http://www.suara-islam.com/read/index/228

, 29/10/2009 04:38:16

altForum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) menggelar

KISPA KUTUK SERANGAN ISAREL KE MASJIDIL AQSHA

, 28/10/2009 03:21:57

alt

{loadposition posisi2}

PERNYATAAN SIKAP KISPA

ATAS PENYERANGAN TENTARA REZIM ISRAEL

KE MASJID AL AQSHA

Rezim Israel telah melakukan tindakan penistaan dan penodaan terhadap kemuliaan dan kesucian masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam pertama yang berada di tanah suci Al Quds.

Tindakan penistaan dan penodaan tersebut terjadi pada hari Ahad, 25/10/2009, ketika ratusan pasukan Rezim Israel dengan arogan dan sombongnya menyerbu tempat suci umat Islam, mereka masuk ke pelataran masjid Al Aqsha, memukuli jama’ah dan menembakkan peluru karet, gas air mata,

Israel dan AS Dukung India Caplok Kashmir

, 28/10/2009 02:48:28

altInilah nasib umat Islam kalau minoritas di negara non muslim, mereka akan terus menerus mengalami teror dan pembantaian keji, seperti dialami umat Islam di Palestina, Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar dan India. Namun kebalikan dari hal diatas adalah jika penduduk non muslim berada di negara yang mayoritas penduduknya muslim, justru mereka mendapat perlindungan baik harta maupun jiwanya. Kebebasan dalam menjalankan ibadat menurut keyakinan mereka juga sangat diprioritaskan.

Hal itu terungkap dalam dalam seminar Forum Solidaritas Kashmir 62 Tahun Dibawah Pendudukan India , di Universitas Al Azhar Indonesia , Jakarta (27/10). Turut berbicara Wakil Ketua Parlemen Pakistan , Faisal Karim, Ketua KISDI Ahmad Sumargono dan Ketua Forum Solidaritas Kashmir Indonesia Zahir Khan.

Gempa Sumbar: Korban Meninggal Capai 1.195 Orang

, 27/10/2009 13:47:59

alt Korban meninggal dunia pasca