Freemasonry

Azas Zionisme dan Freemasonry

, 12/11/2009 07:13:35

altDoktrin Zionisme & Ideologi Pancasila,

Gertakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas yang sama. Asas dari dua gerakan ini disebut “Khams Qanun”, lima sila, atau Panca Sila. Kelima Sila itu adalah :

1. Monotheisme
2. Nasionalisme
3. Humanisme
4. Demokrasi
5. Sosialisme

Penjelasan tentang lima sila yang terdapat dalam doktrin Yahudi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Monotheisme : Kesatuan Tuhan (Ketuhanan yang Maha Esa) Hendaklah bangsa Yahudi bertuhan dengan Tuhannya masing-masing dan merupakan kesatuan gerak. Maka hai orang-orang atheis dan bebas agama di kalangan bangsa Yahudi hendaklah engkau pun bertuhan dengan tuhanmu sendiri bukankah alam pun tuhanmu dan bukankah kodrat alam pun tuhanmu juga? Kalian berlainan agama, kalian berlainan kepercayaan, kalian berlainan keyakinan, tetapi kalian harus bersatu dan gunung zionisme telah menantimu. Hendaklah kalian tenggang menenggang, hormat menghormati hai Yahudi seluruh dunia !

Pandangan Freemasonry terhadap agama

, 29/10/2009 12:04:23

altFREEMASONRY yang terkenal itu dinamakan Masuniyah dalam bahasa Arab, Masunik dalam bahasa Urdu, Freemasonry dalam bahasa Inggris, Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda, France Masonerie dalam bahasa Perancis.

Sikap Freemasonry terhadap agama :
Pada awalnya dalam menjalankan misinya golongan ini menggunakan tali persahabatan dan tidak mau menyinggung soal agama. Pada tahap berikutnya, mereka menerbitkan buku-buku yang memuat tentang pertumbuhan agama-agama itu dan bermuka ilmiah itu dikatakannyalah bahwa semua agama itu sama, agama hanya satu alat untuk memperbaiki akhlak masyarakat atau agama hanya berupa kepercayaan bagian dari budaya suatu bangsa. Dalam berdakwah menguraikan ajarannya itu gerakan Freemasonry mempergunakan Club-club, balai-balai pertemuan ilmiah, gedung-gedung ikatan pemuda, sehingga pengaruh Freemasonry tertanam pada jiwa-jiwa pemuda itu dan orang-orang yang bertimpang dalam agamanya itu salah paham pada agama.

Seorang pimpinan sebuah organisasi pemuda itu pernah berkata : “Membeda-bedakan agama itu termasuk fikiran ortodok. Agama itu hanya bagian dari hasil pemikiran seseorang. Semua agama itu baik, setiap bangsa pun mempunyai agama yang asli yang tumbuh dari bangsa itu sendiri, galilah ajaran asli itu, kembali dan kita lestarikan kebu-dayaan nenek moyang yang luhur itu dan ini kewajiban bagi setiap pemuda.”(Majalah Kabana No. 6 muka 32)

“Islam itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh asing dan cinta Makah-Madinah, sedangkan nasrani itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh asing pula cinta pada Roma dan adat istiadatnya itu, padahal kita telah mempunyai kepercayaan sendiri yang mungkin lebih baik jika kita gali karena memeluk ajaran asing itu hanya akan membawa kecintaan ke negeri atas angin dan mengokohkan penjajahan fisik, ideologi dan agama.” (Dari brosur Trikoro Darmo disalin kedalam bahasa Indonesia oleh Yusuf Amin).

Samuel Smith seorang penggerak Freemasonry Irlandia berkata dalam bukunya : “Agama itu diciptakan seorang genius untuk merubah moral agama lama kepada moral agama baru hasil ciptaannya, dengan demikian agama itu kultur yang satu pada kultur yang lain. (Siasat Masuniyah : 38)

Seorang Simpatisan Freemasonry, Edward Eurnet Tylor berkata : “Culture is that complex whole which includes knowledge, believe, art, morals law, custom and other capacibilities and habite, acquired by man as a member of society.” (Suara Kabana No. 14 muka 32) Artinya : Kebudayaan adalah keseluruhan tatanan hidup yang mencakup sistim pengetahuan, kepercayaan (agama), kesenian, hukum, moral, adat istiadat, kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diterima oleh seorang sebagai anggota masyarakat.”

Khalil Saman seorang anggota Freemasonry dari Timur Tengah berkata : “Sesungguhnya semua macam agama itu sama saja dan merupakan ajaran-ajaran moral yang ada kalanya bertentangan dengan moralnya sendiri. Suatu dogma kultural ada kalanya dengan ajaran agama itu dapat memecah belah bangsa sendiri atau keluarga sendiri sehingga kerukunan itupun runtuhlah, maka kewajiban bagi seorang Freemasonry untuk menyadarkan mereka dan membebaskan dari kekangan agama itu. Bagi perjuangan untuk kemajuan, pembangunan sebuah negara biasanya penganut agama yang fanatik itu menjadi penghalang utama. Orang Islam mengkafirkan penganut agama lain, menyuruh mempunyai anak yang banyak, mengajarkan perang terhadap agama lain, membedakan waris bagi laki-laki lebih banyak dari perempuan, merampas harta kafir dan sebagainya. Dan jika kita renungkan cukup untuk menjadi bom waktu bagi penguasa jika umat Islam itu dibiarkan bergerak dalam organisasinya yang kuat, waspadalah hai penguasa pemerintahan di seluruh dunia, dan wahai Freemasonry seluruh dunia bersatulah!” (Siasat Free-masonry muka 65)

Orang-orang Asia Tenggara sendiri yang dianggap memegang teguh ajaran agamanya itu telah lama dimasuki ajaran Freemasonry, sehingga banyak tokoh-tokoh dari Asia Tenggara itu ber-bicara dengan suara Freemasonry.

Berkata Sutan Takdir Alisyahbana dari Indonesia : “Kalau benar Tuhan itu adil, mengapa hanya memilih berat sebelah pada Islam saja, bukankah agama itu banyak ? Dengan demikian agama itu bukan ciptaan Tuhan tetapi hasil evolusi pemikiran manusia !” (Majalah Kabana Asia no. 61).

Berkata Miyen dari Birma : “Jangan membiarkan orang-orang Islam bergerak karena mereka itu pun akan membangkitkan kembali kerajaan Arab.” (majalah Kabana Asia no. 61).

Khieu Sampan telah memperingatkan anggota Komunis Khmer Merah agar jangan belas kasihan pada penduduk Komping Cham karena mereka itulah orang-orang Islam yang cukup berbahaya jika bergerak ….(Siasah Al Masuniyah walsuyuiyah muka 54).

Berkata Drs. Suharjo, seorang Freemason Indonesia : “Bangsa Indonesia, terutama kaum inteleknya janganlah diracuni idiologi asing, baik berupa Komunisme, Kapitalisme maupun apa yang dinamakan ideologi Islam.” ( Masuniyah di Asia 67)

Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Nurcholis Majid dicantumkan dalam majalah Kabana No. 61 karena dianggap turut serta atau membantu Freemasonry menghancurkan umat Islam itu. Sarwono karena ucapan-ucapannya dalam koran-koran Indonesia yang berisi merendahkan agama terutama Islam, ia terlalu sinis dan anti pati terhadap organisasi-organisasi masa yang berasas Islam itu, karena ucapannya : “Kalau menginginkan organisasi agama, mengapa mereka hanya menghimpun satu agama saja? Organisasi-organisasi politik dan sosial jangan diwarnai dengan agama…dan sebagainya.” Maka dianggaplah ia pahlawan Freemasonry dari Indonesia begitu pula dengan Nurcholis Majid karena gagasan mensekulerkan Islam.

“Kita harus anggap pahlawan Freemasonry serta seharusnya disematkan bintang Daud pada kedua tokoh sekuler Indonesia Ir. Sarwono dan Nurcholis Majid itu… “ (Kabana 61 muka 14)4 )

Dalam buku-buku terbitan P.D.K seperti dalam anthropologi dan sebagainya, dikatakan agama bagian dari kebudayaan. Dalam Pendidikan Moral Pancasila sengaja anak-anak itu diambangkan ajaran agamanya, sejalan dengan gagasan Freemasonry, sedikit demi sedikit ajaran agama itu dikikis. Mereka pun mengharap agar anak-anak itu jadilah seorang plotis, dan seorang plotis pada hakekatnya itu tidak beragama.

Dalam buku “Kebudayaan dan Konstitusi” terbitan P.G.R.I disebutkan : “Jadi termasuk pada kultur (budaya) adalah agama, kesenian, kesusastraan, moral, cita-cita dan aspek-aspek emosional,”

Drs. Mohammad Hatta, seorang nasionalis Indonesia, mantan wakil Presiden RI pertama, dan penulis beberapa buku pernah mengatakan : “Kebudayaan itu ciptaan hidup dari suatu bangsa. Kebudayaan banyak sekali macamnya, maka menjadi pertanyaan apakah agama itu ciptaan manusia atau tidak, kedua-duanya bagi saya bukan soal. Agama adalah juga suatu kebudayaan, karena dengan agama manusia dapatlah hidup dengan senang, karena itu saya katakan agama adalah suatu bagian dari kebudayaan.” (Masuniyah di Asia muka 34)

Seorang Freemasonry Singapura, Mr. Chen mengatakan, bahwa agama itu sebagai penghalang pembangunan. Selanjutnya ia mengatakan : “Aga-ma yang hanya terbatas pada tradisi adat saja bukan apa-apa. Tetapi agama yang mempunyai idiologi, jelas berbahaya dan merupakan ekstrim kanan, ia lebih berbahaya jika dibandingkan dengan sosialis kiri Bolswik.” (Manusiyah di Asia muka 34)

Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa sikap Freemasonry dan Komunis terhadap agama mempunyai titik-titik persamaan. Oleh karena Freemasonry dan Komunis lahir dari induk yang sama, yaitu Yahudi. Bahkan Karl Marx dan Lenin sendiri seorang Freemasonry dan penganjur Freemasonry.

Freemasonry merupakan panduan bagi imperialis, mereka pelopor penjajahan Inggris terhadap Birma, pelopor penjajahan Inggris terhadap Malaysia, dan pelopor Perancis terhadap Indo China dan sebagainya.

Kaum orientalis kebanyakan terdiri atas anggota Freemasonry yang memandang agama dari kaca mata sekuler, segi kelemahan, budaya, lalu mereka pun mengarang buku-buku tentang agama yang telah dikajikan itu, dan tak lupa pula mereka menyelipkan pandangan yang salah?

Zionisme & Freemasonry (3)

, 21/10/2009 06:51:21

altE. Awal Penyatuan Gerakan Zionis

Pada tahun 1895 orang-orang Yahudi meng-adakan kongres yang pertama di kota Bale Swistzerland, dihadiri oleh anggotanya sekitar 300 orang yang mewakili 50 oganisasi Zionis yang bertebaran di seluruh dunia. Pertemuan periodik semacam itu terus berlangsung dari masa ke masa, di tempat yang dipandang cocok oleh pimpinan mereka. Tujuannya ialah menganalisa strategi mereka yang akan dilancarkan demi mencapai maksud.

Pada kongres mereka yang pertama itu mereka telah meletakkan satu garis strategi yang amat rahasia, yaitu penghancuran seluruh dunia dan menjadikannya budak-budak Zionis. Setelah itu mereka akan mendirikan pemerintahan Zionis Inter-nasional dengan ibukotanya El-Quds (Yerusalem) pada periode pertama, yang akan berakhir di Roma. Keputusan ini dituang dengan amat rahasia tetapi Allah berkehendak lain. Seorang wanita Perancis (anggota gerakan Freemasonry) berhasil mengintip pertemuan rahasia itu dan dibongkarlah fitnah itu. Wanita itu berhasil mencuri sebagian dari kepu-tusan kongres itu dan membawanya lari ke Rusia. Dokumen itu diserahkan kepada Alexis Nicolai Niefnitus, tokoh pimpinan Rusia Timur di zaman Kaisar.

Pada tahun 1901 dokumen itu diserahkan kepada seorang pendeta gereja Orthodox yang bernama Prof. Sergyei Nilus, kemudian dianalisa dengan cermat dan dicocokkan dengan situasi saat itu. Mereka menjadi sadar akan bahaya yang amat besar apabila kaum Zionis berhasil melaksanakan rencana jahat mereka.

Estimasi para ahli Rusia itu antara lain :

- Keruntuhan Kekaisaran Rusia dan diganti dengan pemerintahan komunis.
- Kembalinya orang-orang Yahudi ke Palestina.
- Pecahnya perang dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, dimana yang kalah maupun yang menang sama-sama rugi.
- Tersebarnya kerusakan dan kekafiran di persada bumi dan lain-lain.
- Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof.
Nilus dengan judul “PROTOKOLAT ZIONISME”.

Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa ben-cana. Peristiwa pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan membuang beaya apa saja yang ada, seperti emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka. Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.

Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris “The Morning Post” yang bernama Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di perpus-takaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan dicetak pada tahun 1912. Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.

Di antaranya pengamatan kita tentang Proto-kolat itu, kita ketahui sarana yang mereka gunakan dalam usaha mereka yang amat serius untuk menghancurkan dunia. Banyak di antara yang berminat menganalisa Protokolat itu berhasil di Barat. Dari situ mereka mengetahui dengan jelas, apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh orang-orang Yahudi Zionis untuk mencapai cita-citanya, khususnya di dunia Arab, yang kondisinya seka-rang ini menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan. Banyak organisasi yang berkedok Nasionalis mempengaruhi para pemimpin kita, atau ikut menggariskan landasan bagi masyarakat kita, yang pada hakikatnya adalah kaki-tangan Zionis yang bekerja menghancurkan kubu-kubu kita dari dalam. Tujuannya tiada lain ialah agar kita menyerah kepada Zionis Internasional, sebagai-mana negara-negara Barat yang salibis terlebih dahulu menyerah di bawah pengaruh mereka.

Adakalanya organisasi itu murni produk salib-isme pendengki, atau mungkin juga produk oknum-oknum mereka yang sudah terbius, sehingga mereka tidak sadar telah ikut serta menyukseskan tujuan Zionis. Aku telah berusaha keras untuk mengungkapkan kedok mereka yang terjaring oleh organisasi-organisasi itu, untuk mengetahui sumber pengaruh yang dipakainya. Aku mulai dari titik subversi yang akan menanamkan pengaruh yang kuat di dunia Islam, sampai ke tingkat seluruh sarana kehidupan, dan juga menyangkut orang yang paling membenci Yahudi sekali pun, yang tidak mustahil menjadi antek Zionis tanpa harus menerima upah sesen pun. Aku tidak membang-gakan diriku sebagai orang yang paling mengerti. Banyak pula di kalangan intelektual dan wartawan yang lebih faham tentang metode Zionisme, tetapi tidak sedikit siaran radio yang mengumandangkan suara mereka di samping penulisan-penulisan di media pers. Inilah yang amat mengherankan dan mengandung tanda tanya besar. Anehnya, para penanggung-jawab itu tidak melancarkan jihad kepada mereka di semua lapangan kehidupan. Dan yang lebih mengherankan lagi ialah, masih adanya pemimpin yang berkedok pembaharu yang mau dipaksakan menjalankan konsep-konsep Zionis dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan rakyatnya sendiri. Inilah bahaya yang amat besar yang apabila kita tidak waspada bisa menjebak kita masuk ke lingkaran mata rantai Zionisme Inter-nasional. Lewat siasat inilah mereka mengharapkan kemenangan mutlak? (Habis)

Zionisme & Freemasonry (2)

, 12/10/2009 10:18:00

altC. Taktik Konspirasi

Weiz Howight belum merasa puas dengan prestasi yang telah diraih. Ia melangkah lebih jauh dan membuka hubungan dengan berbagai kalangan tinggi kaum Yahudi untuk meletakkan rencana yang lebih matang, dan sekaligus pelaksanaannya. Disini kita bisa mengukur, sejauh mana rencana gila yang diletakkan oleh anak-anak setan sebagai perangkap terhadap kaum Gentiles. Ini kita ketahui dari dokumen rahasia yang bocor, sehingga rencana rahasia yang telah mereka susun rapi bisa terungkap.

Adapun rencana umum dalam Konspirasi yang harus dipegang oleh para tokoh Free Masonry sepanjang sejarah adalah :

  1. Menggunakan taktik suap dengan uang, di samping memakai sarana kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang punya kedudukan tinggi dalam bidang akademik, ekonomi, sosial dan lain-lain, yang bisa dijadikan sarana Kon-spirasi. Apabila umpan yang diincar berhasil dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam para tokoh Freemason mulai melilitkan tali-tali perangkap pembiusan lewat arena politik, ekonomi, sosial, atau menjadikan mangsanya sebagai skandal yang menggemparkan. Tidak jarang para penderita itu mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan pem-bunuhan, termasuk pula istri dan anak-anak mereka.

Zionisme & Freemasonry (1)

, 08/10/2009 07:27:49

altA. Zionisme

Istilah Zionisme, berasal dari kata Zion dalam bahasa Ibrani (Yahudi), yang berarti batu. Mak-sudnya, ialah batu bangunan istana yang didirikan oleh Nabi Sulaiman di kota Al-Quds, Yerusalem, Israel.

Kata Zionis ini kemudian dipergunakan sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa Yahudi di seluruh dunia, yaitu bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Zionis ini, berikut kami paparkan secara lengkap berdasarkan tulisan Dr. Majid Kailany dalam bukunya Al-Khatharush - Shahyuny ‘alal ‘Alamy al-Islamy1)

Banyak sudah pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai peristiwa sejarah. Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus, dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik peperangan antar manusia. Sebagian dari mereka ada yang menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun, untuk mengetahui rahasia sejarah, seperti banyak dise-butkan dalam Kitab-Kitab suci. Salah satu dari kisah yang terkenal adalah kisah terusirnya Adam dan istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan setan. Sejak peristiwa ini, kekuatan jahat tetap menghembuskan racunnya ketengah-tengah umat manusia sampai sekarang.

Sejarah ini menyadarkan kita, bahwa setiap peperangan, pergolakan atau kekacauan, yang sering menim-bulkan kehidupan manusia dan materi adalah akibat dari persekongkolan kekuatan jahat terhadap kebenaran.

Berbagai data telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat sejarah. Pada prinsipnya, pertikaian yang timbul sepanjang sejarah ternyata bukan melawan musuh berupa manusia, melainkan kekuatan setan di balik kegelapan yang diderita oleh manusia, di seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting di dunia. Mereka inilah yang menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata setan, sehingga tidak bisa melihat ajaran Allah yang maha benar.

Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab Suci, bahwa setan itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehi-dupan manusia dengan tenteram, damai, kasih-sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat idiologi setan yang mengklaim filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik moderen berfungsi sebagai regim thaghut dan diktator. Idiologi setan itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya kebencian, kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Tilmud atau Taurat orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah Perjanjian Lama, yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. Demikian-lah gereja setan yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan perse-kongkolan untuk memerangi ajaran Allah.

Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan setan telah sampai pada puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan menduduki pos-pos penting dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan itu segera memerangi mereka, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer). Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama apa pun, disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Yahudi. Dengan demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat kebu-rukan setan bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini meng-ilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan setan itu, agar selan-jutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i’tibar dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.

B. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah

Karena kehendak Allah semata persekongkolan moderen (Konspirasi moderen) terpukul dan terungkap oleh halayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa ini terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada universitas Angold Stadt di Jerman Murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti faham Atheisme.

Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi Jerman kemudian menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera menghubungi Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali berdasar-kan prinsip moderen sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat manusia.

Lebih jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi (Gentiles), yaitu dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan masal (Genocide), pemberontakan dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin, disamping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip kemanusiaan.

Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :

- Menghancurkan pemerintah yang sah, dan men-dongkel ajaran agama dari pemeluknya.
- Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok militer yang saling ber-musuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
- Mempersenjatai blok-blok agar saling meng-hancurkan.
- Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis.
- Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan peme-rintah yang sah serta norma-norma susila, terma-suk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat.

Ini merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman. Peranan Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk menge-palai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinis-batkan kepada asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, daripada kepada kata ‘An-Nur’ yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al Qur’an diciptakan dari api. Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpin-nya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.

Organisasi bertujuan menciptakan satu peme-rintahan dunia, yang tersendiri dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelegensia tinggi. Dengan perkumpulan inilah Howight mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani, mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka. Tidak lama kemudian, Howight berhasil men-dirikan Free Masonry Induk yang disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar dunia. (Bersambung)