Freemasonry

1 Mei, Hari Illuminati akan Jadi Libur Nasional

Rabu, 01/05/2013 15:05:41 | syaiful falah
Hari ini, 1 Mei 1776, sebuah perkumpulan persaudaraan rahasia didirikan. Pengagasnya adalah Adam Weishaupt. Nama kelompok ini adalah Illuminati

Inilah Sosok Pengkhianat Islam, Mustafa Kemal Pasha

Minggu, 03/03/2013 14:37:09 | Shodiq Ramadhan
Tidak lama setelah berkuasa, Musthafa menyatakan dengan tegas bahwa ia akan menghancurkan seluruh puing reruntuhan Islam dalam kehidupan bangsa Turki.

Keyakinan Kartini dalam Sorotan

Senin, 30/04/2012 20:58:17 | Shodiq Ramadhan
Bagaimana sesungguhnya keyakinan Kartini soal agama, Tuhan, dan kemanusiaan? Bukankah ada keterangan yang menyatakan bahwa ia telah rujuk untuk mempelajari Islam yang sesungguhnya? Tulisan ini akan mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara lebih mendalam.

Isu Feminisme dan Mitos Kartini

Senin, 09/04/2012 11:02:48 | Shodiq Ramadhan
Tatkala kaum perempuan modern menyadari dan disertai dengan keterkejutan yang luar biasa, bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia ini perempuan berhak dan mempunyai kesetaraan hidup dengan laki-laki –melalui pengenalannya dengan gerakan kesetaraan gender di Barat- serta merta mereka memandang Islam sebagai musuh kaum perempuan.

Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau

Rabu, 03/08/2011 16:26:24 | Shodiq Ramadhan
Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial

Freemason di Balik Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Rabu, 20/07/2011 16:29:54 | Shodiq Ramadhan
Antek-antek Freemason berada di balik runtuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki. Mereka sukses menjadikan Turki sebagai negara sekular yang anti Islam di bawah sang Mason, Mustafa Kemal At-Taturk.

Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 4-Tamat)

Senin, 04/07/2011 16:32:35 | Shodiq Ramadhan
Sebagai perkumpulan kebatinan yang meyakini bahwa Tuhan punya banyak nama, dan masing-masing agama hanyalah berbeda dalam memberi nama pada tuhannya, maka penganut Theosofi yang mengaku beragama Islam

Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 3)

Selasa, 21/06/2011 16:36:37 | Shodiq Ramadhan
Para aktivis nasionalis sekular, terutama mereka yang aktif dalam organisasi Theosofi dan Freemason berusaha menjauhkan peran agama, khususnya Islam, dalam sistem pemerintahan. Negara tak perlu diatur oleh agama, cukup dengan nalar dan moral manusia.

Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 2)

Rabu, 08/06/2011 16:38:06 | Shodiq Ramadhan
Organisasi kepemudaan yang bercorak kebatinan Jawa pada masa lalu juga tak lepas dari pengaruh Theosofi-Freemason. Sejarah mencatat, organisasi kepemudaan ini disusupi kepentingan yang berusaha menyingkirkan Islam.

Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag.1)

Rabu, 25/05/2011 16:39:38 | Shodiq Ramadhan
Selain ajaran Theosofi yang merusak akidah Islam, para aktivis Theosofi di Indonesia pada masa lalu banyak terlibat dalam berbagai aksi pelecehan terhadap ajaran Islam.

Tuhan dalam Keyakinan Kelompok Liberal dan Theosofi

, 06/05/2011 12:55:31 | Shodiq Ramadhan

altArtawijaya
Kontributor Suara Islam Online


Bagi kelompok liberal dan Theosofi, Tuhan yang dipercaya oleh setiap umat beragama itu esensinya sama, cuma beda nama saja. Inilah paham sesat dan menyesatkan yang bisa menjerumuskan pada kemusyrikan.

Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag. 3-Tamat)

, 20/04/2011 05:17:58 | Shodiq Ramadhan

altArtawijaya
Kontributor Suara Islam Online

Awalnya, baik JIL ataupun Theosofi menganggap semua agama sama. Ujungnya, tak beragama pun tak mengapa, asalkan berbuat kebaikan, menebar kasih sayang,menolong sesama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Paham pluralisme agama berujung pada sikap netral agama, laa diniyah!

Ulil Abshar Abdalla berkirim surat elektronik kepada koleganya sesama pengusung paham sepilis, Hamid Basyaib. Dalam surat

Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag.2)

, 04/04/2011 07:28:26 | Shodiq Ramadhan

altArtawijaya
Kontributor Suara Islam Online

Bagi JIL dan Theosofi, perbedaan antara Islam dan agama-agama lainnya hanya pada aspek lahiriah saja (eksoteris), namun sama dalam aspek batiniah (esoteris). Jika Islam beribadah dengan shalat ke masjid setiap hari, maka Kristen beribadah ke gereja seminggu sekali.Perbedaannya hanya pada aspek itu saja. Mereka mengatakan, “banyak jalan” menuju Tuhan.

Pada tulisan sebelumnya dijelaskan bahwa Theosofi adalah organisasi kebatinan yang didirikan oleh para Yahudi dan aktivis Freemasonry, yaitu: Helena Petrovna Blvatsky, Henry Steel Olcott, William Quan Judge, Dr Annie Besant, dan Charles Webster Leadbeater. Mereka adalah orang-orang yang bergiat dalam diskusi-diskusi mengenai okultisme, ancient wisdom (kearifan kuno), dan doktin-doktrin kabbalah. Mereka kemudian mendirikan the Theosophical Society (Masyarakat Theosofi) pada tahun 1875 di New York, Amerika Serikat.

Apa itu organisasi Theosofi? Dalam situs www.theosofi-indonesia.com, dijelaskan, “Theosofi adalah sebuah badan kebenaran yang merupakan dasar dari semua agama, yang tidak dapat dimiliki dan dimonopoli oleh agama atau kepercayaan manapun. Theosofi menawarkan sebuah filsafat yang membuat kehidupan menjadi dapat dimengerti, dan Theosofi menunjukkan bahwa keadilan dan cinta-kasihlah yang membimbing evolusi kehidupan.”

Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa, Theosofi menganggap bahwa kebenaran adalah dasar semua agama yang tidak bisa dimonopoli oleh agama atau kepercayaan apapun. Dengan kata lain, tidak boleh ada satu agama manapun yang merasa keyakinannya paling benar. Semua agama, selama membawa kebenaran dan kebaikan, menurut Theosofi pada hakikatnya sama. Kebenaran yang dimaksud oleh Theosofi adalah kesatuan hidup menuju pada Yang Satu, sedangkan kebaikan adalah wujud dari pengabdian kepada kemanusiaan. Theosofi berkeyakinan, “There is no religion higher than truth” (Tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran).

Pada Midden Java Congress, 26 Desember 1929, tokoh Theosofi Go Yau Tjioe berpidato menjelaskan tentang kewajiban dan pokok-pokok ajaran Theosofi. Ada tiga pokok ajaran Theosofi yang disampaikan dalam kongres tersebut, yaitu:Pertama, Theosofi meneguhkan persaudaraan umat manusia, zonder (tanpa) membandingkan agama-agama, bangsa, warna kulit, dan jenis laki-laki atau perempuann. Kedua, Theosofi membandingkan agama-agama dan menjaring segala agama-agama. Ketiga, Theosofi mencari gaibnya Tuhan di dalam manusia. Majalah PTTI (Pengurus Theosofi Tjabang Indonesia) yang terbit di Blavatsky Park, Batavia, No.26, Desember-Januari 1954 menegaskan, “Theosofi berusaha memajukan persaudaraan dan mengabdi kepada kemanusiaan.”


Sebelumnya, Majalah Theosofi Boeat Indonesia, No.2 Februari 1930, propaganda doktrin Theosofi mengenai pluralisme juga sangat jelas diungkapkan. Majalah itu menulis, “Semua (umat beragama) itu “ingsun kita”, semua perbuatan baik datangnya ke SATU TEMPAT…yang menciptakan barang yang ada itu dinamakan Allah, Tuhan, dan ada lagi nama-nama apa saja yang orang mau sebutkan.” (hal.22 dan 34). Dr Annie Besant, tokoh Theosofi dan anggota Order the East Star (Ordo Bintang Timur) menyatakan,”Dasar persaudaraan yang universal adalah kasih sayang. Kita adalah “sedulur tunggal Bapa” Bapa kita adalah Tuhan yang Satu, dan Tuhan adalah kasih. Tuhan tidak berhingga.”

Bagaimana dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), lembaga yang sering disebut sebagai “peneror” akidah umat Islam? Dalam sebuah wawancara dengan Ulil Abshar Abdalla, yang kemudian dimuat di

Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag. 1)

, 20/03/2011 13:06:12 | Shodiq Ramadhan

altArtawijaya
Kontributor Suara Islam Online

Doktrin pluralisme agama yang diasong oleh kelompok liberal di Indonesia sejatinya adalah dagangan usang yang sudah sejak lama dipasarkan kelompok kebatinan Yahudi: Theosofi!

Ulil Abshar Abdalla dan Doktrin Freemason

, 05/03/2011 12:33:55 | Shodiq Ramadhan

altArtawijaya
Kontributor Suara Islam Online


Antara Ulil Abshar Abdalla dan gerombolan liberal lainnya dengan kelompok Freemason ada kesamaan tujuan dan cita-cita: Memasarkan doktrin humanisme. Karenanya bagi mereka, atas nama kemanusiaan universal, kelompok penoda Islam seperti Ahmadiyah pun harus dibiarkan, tak boleh diganggu gugat.