Freemasonry

1 Mei, Hari Illuminati akan Jadi Libur Nasional
Rabu, 01/05/2013 15:05:41 | syaiful falah
Inilah Sosok Pengkhianat Islam, Mustafa Kemal Pasha
Minggu, 03/03/2013 14:37:09 | Shodiq Ramadhan
Keyakinan Kartini dalam Sorotan
Senin, 30/04/2012 20:58:17 | Shodiq RamadhanIsu Feminisme dan Mitos Kartini
Senin, 09/04/2012 11:02:48 | Shodiq Ramadhan
Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau
Rabu, 03/08/2011 16:26:24 | Shodiq Ramadhan
Freemason di Balik Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Rabu, 20/07/2011 16:29:54 | Shodiq Ramadhan
Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 4-Tamat)
Senin, 04/07/2011 16:32:35 | Shodiq Ramadhan
Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 3)
Selasa, 21/06/2011 16:36:37 | Shodiq Ramadhan
Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 2)
Rabu, 08/06/2011 16:38:06 | Shodiq Ramadhan
Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag.1)
Rabu, 25/05/2011 16:39:38 | Shodiq RamadhanTuhan dalam Keyakinan Kelompok Liberal dan Theosofi
, 06/05/2011 12:55:31 | Shodiq Ramadhan
ArtawijayaKontributor Suara Islam Online
Bagi kelompok liberal dan Theosofi, Tuhan yang dipercaya oleh setiap umat beragama itu esensinya sama, cuma beda nama saja. Inilah paham sesat dan menyesatkan yang bisa menjerumuskan pada kemusyrikan.
Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag. 3-Tamat)
, 20/04/2011 05:17:58 | Shodiq Ramadhan
Artawijaya
Kontributor Suara Islam Online
Awalnya, baik JIL ataupun Theosofi menganggap semua agama sama. Ujungnya, tak beragama pun tak mengapa, asalkan berbuat kebaikan, menebar kasih sayang,menolong sesama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Paham pluralisme agama berujung pada sikap netral agama, laa diniyah!
Ulil Abshar Abdalla berkirim surat elektronik kepada koleganya sesama pengusung paham sepilis, Hamid Basyaib. Dalam surat
Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag.2)
, 04/04/2011 07:28:26 | Shodiq Ramadhan
Artawijaya
Kontributor Suara Islam Online
Bagi JIL dan Theosofi, perbedaan antara Islam dan agama-agama lainnya hanya pada aspek lahiriah saja (eksoteris), namun sama dalam aspek batiniah (esoteris). Jika Islam beribadah dengan shalat ke masjid setiap hari, maka Kristen beribadah ke gereja seminggu sekali.Perbedaannya hanya pada aspek itu saja. Mereka mengatakan, “banyak jalan” menuju Tuhan.
Pada tulisan sebelumnya dijelaskan bahwa Theosofi adalah organisasi kebatinan yang didirikan oleh para Yahudi dan aktivis Freemasonry, yaitu: Helena Petrovna Blvatsky, Henry Steel Olcott, William Quan Judge, Dr Annie Besant, dan Charles Webster Leadbeater. Mereka adalah orang-orang yang bergiat dalam diskusi-diskusi mengenai okultisme, ancient wisdom (kearifan kuno), dan doktin-doktrin kabbalah. Mereka kemudian mendirikan the Theosophical Society (Masyarakat Theosofi) pada tahun 1875 di New York, Amerika Serikat.
Apa itu organisasi Theosofi? Dalam situs www.theosofi-indonesia.com, dijelaskan, “Theosofi adalah sebuah badan kebenaran yang merupakan dasar dari semua agama, yang tidak dapat dimiliki dan dimonopoli oleh agama atau kepercayaan manapun. Theosofi menawarkan sebuah filsafat yang membuat kehidupan menjadi dapat dimengerti, dan Theosofi menunjukkan bahwa keadilan dan cinta-kasihlah yang membimbing evolusi kehidupan.”
Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa, Theosofi menganggap bahwa kebenaran adalah dasar semua agama yang tidak bisa dimonopoli oleh agama atau kepercayaan apapun. Dengan kata lain, tidak boleh ada satu agama manapun yang merasa keyakinannya paling benar. Semua agama, selama membawa kebenaran dan kebaikan, menurut Theosofi pada hakikatnya sama. Kebenaran yang dimaksud oleh Theosofi adalah kesatuan hidup menuju pada Yang Satu, sedangkan kebaikan adalah wujud dari pengabdian kepada kemanusiaan. Theosofi berkeyakinan, “There is no religion higher than truth” (Tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran).
Pada Midden Java Congress, 26 Desember 1929, tokoh Theosofi Go Yau Tjioe berpidato menjelaskan tentang kewajiban dan pokok-pokok ajaran Theosofi. Ada tiga pokok ajaran Theosofi yang disampaikan dalam kongres tersebut, yaitu:Pertama, Theosofi meneguhkan persaudaraan umat manusia, zonder (tanpa) membandingkan agama-agama, bangsa, warna kulit, dan jenis laki-laki atau perempuann. Kedua, Theosofi membandingkan agama-agama dan menjaring segala agama-agama. Ketiga, Theosofi mencari gaibnya Tuhan di dalam manusia. Majalah PTTI (Pengurus Theosofi Tjabang Indonesia) yang terbit di Blavatsky Park, Batavia, No.26, Desember-Januari 1954 menegaskan, “Theosofi berusaha memajukan persaudaraan dan mengabdi kepada kemanusiaan.”
Sebelumnya, Majalah Theosofi Boeat Indonesia, No.2 Februari 1930, propaganda doktrin Theosofi mengenai pluralisme juga sangat jelas diungkapkan. Majalah itu menulis, “Semua (umat beragama) itu “ingsun kita”, semua perbuatan baik datangnya ke SATU TEMPAT…yang menciptakan barang yang ada itu dinamakan Allah, Tuhan, dan ada lagi nama-nama apa saja yang orang mau sebutkan.” (hal.22 dan 34). Dr Annie Besant, tokoh Theosofi dan anggota Order the East Star (Ordo Bintang Timur) menyatakan,”Dasar persaudaraan yang universal adalah kasih sayang. Kita adalah “sedulur tunggal Bapa” Bapa kita adalah Tuhan yang Satu, dan Tuhan adalah kasih. Tuhan tidak berhingga.”
Bagaimana dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), lembaga yang sering disebut sebagai “peneror” akidah umat Islam? Dalam sebuah wawancara dengan Ulil Abshar Abdalla, yang kemudian dimuat di
Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag. 1)
, 20/03/2011 13:06:12 | Shodiq Ramadhan
ArtawijayaKontributor Suara Islam Online
Doktrin pluralisme agama yang diasong oleh kelompok liberal di Indonesia sejatinya adalah dagangan usang yang sudah sejak lama dipasarkan kelompok kebatinan Yahudi: Theosofi!
Ulil Abshar Abdalla dan Doktrin Freemason
, 05/03/2011 12:33:55 | Shodiq Ramadhan
ArtawijayaKontributor Suara Islam Online
Antara Ulil Abshar Abdalla dan gerombolan liberal lainnya dengan kelompok Freemason ada kesamaan tujuan dan cita-cita: Memasarkan doktrin humanisme. Karenanya bagi mereka, atas nama kemanusiaan universal, kelompok penoda Islam seperti Ahmadiyah pun harus dibiarkan, tak boleh diganggu gugat.








