Sirah Nabawiyah

Dari Pribadi Rasulullah SAW (9)

, 06/01/2010 10:46:58

altMembangun Ka’bah merupakan kemuliaan terbesar. Untuk itu, orang-orang Quraisy ingin kemuliaan itu mereka rasakan bersama. Sehingga dalam membangun Ka’bah mereka membagi tugas sebagai berikut: Bani Abdi Manaf dan Bani Zuhrah ditugaskan membangun bagian pintu; BAni Mahzum dengan dibantu beberapa suku Quraisy lainnya ditugaskan membangun bagian

Dari Pribadi RAsulullah SAW (8)

, 17/12/2009 10:09:55

altAda beberapa konspirasi untuk melenyapkan Islam, atau orang-orang bodoh yang selalu menyerang Islam. Alasannya, karena Islam membolehkan poligami. Semua itu dapat kami lihat dengan jelas, sehingga kami katakan bahwa serangan mereka terhadap Islam, karena Islam membolehkan poligami

Dari Pribadi Rasulullah SAW (7)

, 01/12/2009 01:14:02

altKalau kita mau mencermati hikmah di balik pernikahan ini, niscaya kita akan menemukan bahwa seorang yang hendak memasuki ganasnya peperangan melawan musuh-musuhnya, maka ia perlu kekuatan fisik dan mental, untuk itu, ia perlu ditemani istri yang mampu memperkuat tekadnya, dan mendukung setiap usahanya dalam mencapai cita-cita masa depannya yang tinggal selangkah lagi, bukan instri yang justru membuatnya lemah dan tidak bersemangat.

Rasulullah saw. Tidak pernah menikah dengan wanita lain selama Khadijah masih hidup. Rasulullah saw. melakukan itu karena dua hal: Pertama, sebagai penghargaan Rasulullah saw. atas semangat jihad Khadijah dalam menciptakan ghirah (semangat) dan keteguhan pada diri Rasulullah saw. Kedua, dakwah islam ketika itu kondisinya tidak menuntut

Dari Pribadi Rasulullah SAW (6)

, 17/11/2009 08:50:44

alt12. Muhammad Memperdagangkan Harta Khadijah, dan Prediksi Rahib Nasthura.

Khadijah binti Khuwailid adalah pedagang yang berwibawa dan berharta. Dia mengupah banyak orang

Dari Pribadi Rasulullah SAW (5)

, 03/11/2009 22:00:46

alt 11. Perjalanan Muhammad bersama Pamannya ke Syam, dan Kisah Buhaira.

Ketika Muhammad telah berumur dua belas tahun, Abu Thalib pergi bersama rombongan pedagang menuju Syam. Di saat mereka bersiap-siap dan sepakat untuk berangkat, Rasulullah saw, ikut bersama rombongan yang di dalamnya ada Abu Thalib. Abu Thalib berkata, “Demi Allah, aku akan membawanya bersamaku, sebab aku dan dia tidak dapat berpisah selamanya.“

Setelah lama berjalan sampailah mereka di kota Bushra. Di Bushra ada tempat pertapaan rahib. Tempat itu tidak pernah sepi dari rahib yang sedang belajar dan mengajarkan ilmu tentang agama Nashrani yang terdapat dalam kitab-kitab yang mereka wariskan dari generasi ke generasi seperti yang mereka tuturkan. Rahib yang ada ketika itu bernama Buhaira.

Ketika rombongan itu sudah dekat dengan tempat pertapaannya, maka dia membuat makanan yang banyak untuk mereka. Hal itu

Dari Pribadi Rasulullah SAW (4)

, 20/10/2009 05:59:02

altSirah Nabawiyah
Oleh: Prof.Dr. Rawwas Qal’ahji

9. Setelah Ibunda Wafat Muhammad saw. Diasuh Kakenya, Lalu Pamanya.

Rasulullah saw. ketika bersama ibunya Aminah binti Wahhab dan kakenya Abdul Muththalib berada dalam pemeliharaan dan penjagaan Allah, sehingga beliau tumbuh dengan baik penuh kehormatan. Ketika beliau berumur enam tahun, ibunya wafat di Abwa’, yaitu tempat antara Makkah dan Madinah. Aminah wafat di saat dia hendak pulang ke Makkah sehabis mengunjungi para paman Rasulullah saw. dari Bani ‘Adi bin an-Najjar.

Wafatnya kedua orang tua Rasulullah saw. di saat beliau masih anak-anak merupakan sorotan tersendiri atas pribadi Rasulullah saw. sebelum beliau menerima kendali kepemimpinan.

Setelah ibunya wafat, Rasulullah saw. menjadi anggota keluarga kakeknya Abdul Muththalib. Selama beliau tinggal di rumah kakenya, beliau diperlakukan dengan penuh hormat. Abdul Mutthalib memiliki tilam yang ditaruh di bawah Ka’bah, anak-anaknya selalu duduk di sekeliling tilam tersebut hingga Abdul Muththalib meninggalkannya, dan tidak satu pun anaknya yang berani duduk di tilam tersebut karena rasa hormatnya kepada bapak mereka.

Dari Pribadi Rasulullah SAW (3)

, 07/10/2009 03:38:54

altSirah Nabawiyah
Oleh: Prof.Dr. Rawwas Qal’ahji

8. Berkah Menyusui Rasulullah saw. Bagi Bani Sa’ad.

Sudah menjadi kebiasaan para wanita Bani Sa’ad mencari pekerjaan sebagai tukang menyusui bayi. Halimah berkata, “Aku mempunyai keledai betina yang warnanya agak hijau dan unta betina yang sudah tua. Demi Allah, unta betina itu tidak menghasilkan susu setetes pun, sehingga kami setiap malam tidak dapat tidur, sebab bayi kami terus menangis karena lapar, air susuku tidak mencukupi, sedang air susu untaku tidak membuat aku kenyang, namun kami terus berharap untuk mendapatkan pertolongan dan kemudahan hidup.

Aku pergi mengendarai keledaiku hingga sampai di Makkah. Di sana aku menawarkan jasa sebagai tukang menyusui bayi. Namun, tidak satu pun wanita yang menawarkan bayinya, kecuali Aminah yang menawarkan Rasulullah saw. Awalnya aku tidak mau menerimanya, sebab dia itu yatim, sedang aku berharap mendapatkan bayi yang ayahnya masih ada. Namun akhirnya aku mengambil bayi yatim itu. ‘Suamiku berkata, ‘Lakukanlah, mudah-mudahan Allah memberi kita berkah dengan adanya bayi itu.”

Ternyata hal itu benar-benar terjadi.

Dari Pribadi Rasulullah saw (2)

, 28/09/2009 04:57:10

altSirah Nabawiyah
Oleh: Prof.Dr. Rawwas Qal’ahji


3. Pernikahan Abdullah dengan Aminah

Abdullah selamat dari penyembelihan. Dia tumbuh besar menjadi remaja. Lalu Abdullah menjadi pemuda tertampan diantara pemuda-pemuda Quraisy. Banyak gadis Quraisy yang berangan-angan menjadi istrinya, bahkan ada beberapa gadis yang tidak sabar untuk menawarkan dirinya. Namun Abdullah menolaknya.

Dari Pribadi Muhammad SAW (1)

, 28/09/2009 04:52:41

Sirah Nabawiyah

Oleh: Prof.Dr. Rawwas Qal

Dominasi Kezaliman dan Kesesatan Dunia Masa Pra Islam

, 28/09/2009 04:43:01

Sirah Nabawiyah

Oleh: Prof.Dr. Rawwas Qal