Pendidikan

Bahaya Sinetron Bagi Anak

, 21/10/2009 07:44:40

altOleh: Erma Pawitasari, M.Ed

Assalamu'alaikum.

Saya Iskandar asal NAD. Mbak, bagaimana caranya menjelaskan kepada anak-anak bahwa sinetron-sinetron di layar TV tidak layak untuk ditonton?

Jazakillah khairan.

Wa’alaykum salam, Pak Iskandar.

Pada dasarnya, sebagian besar perilaku anak-anak hanya mengikuti orang-orang di sekitarnya, baik itu teman sebaya maupun orang dewasa. Sebagian lainnya merupakan eksplorasi diri/lingkungan. Misalnya, balita usia 2 tahun memukul kakak/ibunya (eksplorasi). Apabila sang kakak/ibu memukul balik, maka si balita ini akan belajar bahwa memukul adalah perbuatan yang wajar dan bisa diterima oleh lingkungannya. Apalagi jika si balita ini sering dipukul orang tua/pengasuhnya lantaran rewel, maka memukul akan menjadi kebiasaan dan kewajaran dalam hidupnya.

Oleh karena itulah, orang tua/pengasuh harus sangat berhati-hati dalam bersikap. Setiap perilaku orang tua/pengasuh akan tercermin pada diri si anak. Oleh karena itu, jangan keburu marah melihat perilaku negatif anak. Pertama-tama, jadikanlah itu sebagai bahan instropeksi. Jangan-jangan dia hanya meniru sikap/perilaku kita. Apabila kita tidak pernah memberi contoh sikap/perilaku tersebut maka kita bisa mulai tengok kanan-kiri, mencari siapa yang memiliki sikap/perilaku serupa yang mungkin telah ditiru oleh anak kita.

Demikian pula dengan urusan menonton sinetron. Mungkin saja kita sebagai orang tua tidak pernah menonton sinetron (sebuah langkah awal yang patut diacungi jempol), tetapi bagaimana dengan:

*

Sukses Belajar Sesuai Syariah

, 12/10/2009 09:30:43

alt Pengasuh:

Erma Pawitasari, M.Ed

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Bu Erma, saya seorang pelajar SMK Negeri di Gombong-Kebumen. Saya ingin bertanya tentang niat atau tujuan belajar yang disyariatkan oleh Islam. Saya merasa niat belajar saya adalah niat sekuler, yaitu ingin langsung terserap di perusahaan setelah lulus nanti seperti tujuan pelajar-pelajar SMK yang lain pada umumnya dan juga sesuai salah satu tujuan dari sekolah kejuruan. Tetapi kalau niat itu juga bertujuan untuk membahagiakan orang tua, apakah boleh, Bu ?

Mohon uraiannya dan tips-tips agar sukses belajar ala Islam.

Wassalam,

usep setyawan <[email protected]>


Wa’alaykum salam wr. wb.

Adik Usep yang dirahmati Allah SWT,

Pada dasarnya, manusia menjalani hidup berdasarkan dorongan untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan untuk makan mendorong manusia untuk bercocok tanam, beternak, memasak, dsb. Kebutuhan berpakaian mendorong manusia untuk mencari bahan kain, menenun, menjahit, dsb. Kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan nyaman mendorong manusia untuk membuat batu bata, menebang kayu, membangun rumah, dsb. Selain kebutuhan yang bersifat fisik, manusia juga memiliki kebutuhan non-fisik (kecenderungan) yang meliputi:

-

Mengelola Sekolah Islam Yang Unggul (3)

, 28/09/2009 07:05:20

OLeh : Erma Parwitasari, M.Ed

Assalamu

Mengelola Sekolah Islam Yang Unggul (2)

, 28/09/2009 07:01:24

OLeh : Erma Parwitasari, M.Ed

Assalamu

Mengelola Sekolah Islam Yang Unggul (1)

, 28/09/2009 06:56:24

OLeh : Erma Parwitasari, M.Ed

Assalamu